Arus Mudik, 115 Pasien Ditangani Posko Pelabuhan Panjang
LAMPUNG – Selama arus mudik hingga hari ketiga lebaran, kantor kesehatan Pelabuhan Panjang (KKP) mencatat sudah melayani sebanyak 115 pasien. Jumlah tersebut merupakan kategori tertinggi yang mendatangi sejumlah posko kesehatan dengan pasien yang berobat dalam sehari sebanyak 30 pasien.
Salah satu pasien yang ditangani, misalnya pengemudi angkutan pedesaan (angdes) trayek terminal Pelabuhan Bakauheni ke beberapa kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, yang terpaksa dilarikan ke pos pelayanan kesehatan kantor kesehatan Pelabuhan Panjang (KKP) oleh rekan-rekan sesama pengemudi yang sedang menunggu penumpang.
Beruntung pengemudi pingsan tersebut sedang tidak mengemudikan kendaraan angkutan sehingga tidak membahayakan dirinya dan penumpang yang diangkut. Kejadian pingsannya pengemudi tersebut sontak membuat kaget sang kawan sebab sepekan sebelumnya salah satu sopir travel ditemukan dalam kondisi meninggal di Jalan Lintas Sumatera akibat kelelahan dalam mengangkut penumpang trayek terminal kedatangan di Pelabuhan Bakauheni tujuan terminal Rajabasa.
Iman (30), warga Desa Gayam Kecamatan Penengahan, yang sudah membawa penumpang dengan kendaraan angkutan pedesaan bernomor polisi BE 2704 DU sejak pagi ke Kalianda, mengaku masih sempat sarapan sebelum “narik” penumpang turun dari kapal dan sekembalinya ke terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni dirinya sempat minum susu dan makan siang. Seusai beristirahat ia mengaku mengalami mata berkunang kunang, mual dan pusing hingga akhirnya tak sadarkan diri. Rekan-rekan sesama pengemudi bahkan terpaksa melarikan Iman dengan menggunakan kendaraan angkutan pedesaan yang diparkir di area terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni.

“Kita kaget karena sebelumnya Iman sempat makan bersama kita namun tiba-tiba ia pingsan setelah sempat beristirahat di dalam angkutan pedesaan miliknya,” ungkap Suhaibi salah satu rekan Iman yang masih terbaring lemah di ruang perawatan pos pelayanan kesehatan kantor kesehatan Pelabuhan Panjang (KKP), Selasa (27/6/2017).
Berdasarkan keterangan dokter Nina, selaku dokter jaga pos pelayanan kesehatan kantor kesehatan Pelabuhan Panjang (KKP), diagnosa awal pasien bernama Iman pingsan akibat kelelahan setelah sepanjang arus mudik dan arus balik pasien tersebut kurang istirahat dan mengalami riwayat darah rendah. Dokter nina menyebut beruntung sopir angkutan pedesaan tersebut pingsan saat masih berada di terminal tidak dalam kondisi mengemudikan kendaraan.
Dokter Nina menyebut penanganan awal pasien langsung diberikan oksigen untuk memberikan pertolongan pertama, diberi minum teh hangat dan selanjutnya diberikan obat untuk proses menyembuhkan pusing dan mual. Setelah berangsur membaik dokter Nina menyarankan agar Iman beristirahat di rumah dan sementara waktu dianjurkan tidak mengemudi agar tidak membahayakan diri sendiri dan juga penumpang.
“Kita anjurkan pengemudi angkutan pedesaan ini istirahat terelebih dahulu dan agar diantarkan oleh kawan sesama sopir atau kernet lain pulang ke rumah dan memulihkan kondisi kesehatannya. Pasien yang datang ke sini sebagian merupakan pemudik yang pingsan akibat kelelahan dalam perjalanan di kapal, kendaraan saat arus mudik dan sebagian petugas yang ada di pelabuhan,” terang dokter Nina.
Sementara posko kantor kesehatan Pelabuhan Panjang (KKP) yang dibantu oleh tenaga perawat dari Puskesmas Palas dan Puksemas Rajabasa mencatat diagnosa pasien yang mendatangi posko diantaranya pusing kepala, mual, serta gejala kesehatan lain yang banyak dikeluhkan oleh penumpang saat melakukan perjalanan mudik dan balik.
“Dominan keluhan penumpang saat akan naik atau turun kapal diantaranya ISPA dan gangguan pernapasan serta sakit kepala dan juga gejala saluran pencernaan,” ungkapnya.
Ia memberikan nasihat kepada pemudik saat arus balik untuk menjaga kesehatan dengan melakukan sarapan atau makan pagi sebelum melakukan perjalanan arus balik. Selain itu pemudik diimbau menjaga kesehatan selama perjalanan dengan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman secara sembarangan dan tidak menerima makanan dan minuman dari orang yang tak dikenal.