Arus Balik, Sumbang Tren Urbanisasi
LAMPUNG – Arus balik lebaran hari raya Idul Fitri 2017 (1438 Hijriyah) mulai terlihat mengalir di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung Selatan, terutama penumpang pejalan kaki yang membeli tiket di loket pembelian tiket serta sebagian membeli tiket di lokasi bufferzone pembelian tiket di terminal Rajabasa.
Pembelian tiket pejalan kaki di bufferzone, petugas khusus disiagakan mengarahkan penumpang pejalan kaki tanpa harus mengantri di loket pembelian tiket dengan dibantu petugas security dan pengarah dari PT Mata Pencil Globalindo.
Sebagian pemudik arus balik pejalan kaki di loket pembelian tiket berdasarkan pantauan Cendana News ikut membawa serta warga dari kampung untuk bekerja di Jakarta dan beberapa kota lain di Pulau Jawa. Salah satunya, Andini (30), warga Tangerang Banten yang membawa serta dua anggota keluarga yang hendak bekerja. Andini menyebut, sebagai orang yang bekerja di sebuah perusahaan swasta membutuhkan tenaga sebagai asisten rumah tangga dan sebagai baby sitter, menjaga anaknya yang berusia dua tahun dan enam tahun untuk membantu meringankan pekerjaan rumah tangga selama bekerja.
“Saya sudah menyiapkan semua keperluan untuk dua saudara bekerja termasuk izin dari aparat yang ada di tempat tinggal saya nanti, karena saya membawa warga baru yang akan bekerja di rumah,” ungkap Andini, salah satu warga Kabupaten Lampung Tengah yang akan pulang kembali setelah berlebaran di kampung halamannya ketika ditemui Cendana News, Selasa (27/6/2017).
Andini menyebut, beberapa tahun yang lalu ia bekerja di Tangerang seusai lulus SMA juga bekerja di Tangerang karena diajak sang kakak hingga memiliki suami. Diakuinya, tren pemudik yang membawa serta keluarganya sudah tak terelakkan. Kesuksesan keluarga yang bekerja di kota besar masih menjadi daya tarik atau magnet yang menarik bagi warga desa untuk ke Tangerang dan Jakarta. Meski ia menyebut untuk perjalanan balik ia harus rela terpisah dari sang suami yang pulang lebih dahulu menggunakan roda dua sementara ia dan dua orang keluarganya memilih menggunakan kendaraan umum.

Sementara itu, saat ditemui Cendana News di lobi pembelian tiket, Sugeng Purwono selaku Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut, dari pengamatannya dalam arus balik sudah terlihat mengalir sejak pagi hingga siang meliputi penumpang pejalan kaki, kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Ia memastikan, seperti pengalaman tahun 2016, sebagian pemudik yang pulang ke wilayah Pulau Sumatera membawa serta anggota keluarganya untuk bekerja di antaranya satu hingga dua orang yang ikut menyumbang perpindahan warga dari pedesaan ke perkotaan (urbanisasi).
Sugeng Purwono bahkan tak menampik, arus urbanisasi tak bisa terelakkan saat arus balik lebaran. Mengingat lebaran tahun 2017 bersamaan dengan liburan sekolah dan tahun ajaran baru dan sebagian lulusan hendak mencari pekerjaan di sektor formal maupun non formal. Angkutan arus balik tahun ini, PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni memprediksi, ada kenaikan sekitar 105,92 persen penumpang, sebanyak 104,73 persen dan roda empat sebanyak 105,81 persen dibandingkan tahun 2016.
“Arus puncak balik terjadi pada akhir cuti bersama pada akhir Juni yang diprediksi akan ada lonjakan jumlah penumpang tetapi tetap kita siagakan sebanyak 56 kapal siaga dengan sebanyak 33 hingga 36 kapal beroperasi,” ucapnya.

Tren arus urbanisasi bisa terlihat dari data penumpang dari Pulau Jawa yang diseberangkan dari Pelabuhan Merak Banten yang dihitung dari H-10 sebelum lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 999.462 orang hingga hari kedua lebaran dan akan terlihat saat arus balik penumpang naik dari Pelabuhan Bakauheni. Bisa dilihat mengalami kenaikan atau penurunan. Berdasarkan data dari Pelabuhan Bakauheni hingga hari kedua lebaran tercatat sebanyak 415.765 penumpang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni.
Berdasarkan data produksi angkutan lebaran tahun 2017, selama 24 jam hingga Selasa (26/6) pukul 08.00 WIB pagi, PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni mencatat sebanyak 44.479 penumpang telah diseberangkan dari Pelabuhan Bakauheni menuju ke Pelabuhan Merak Banten dengan rincian sebanyak 35.142 penumpang dalam kendaraan, penumpang pejalan kaki sebanyak 9.337.