Air Terjun Coban Rondo,Tujuan Wisata Libur Lebaran

MALANG — Berlokasi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, air terjun Coban Rondo masih menjadi pilihan wisatawan untuk menghabiskan waktu libur lebaran bersama keluarga. Tidak sulit untuk bisa sampai ke tempat wisata Coban Rondo karena akses jalan menuju lokasi sudah sangat layak untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bagi wisatawan yang belum pernah berkunjung ke tempat ini, mereka akan mendapati sensasi melewati hutan pinus dan pemandangan yang menyejukkan mata. Setelah sampai di lokasi air terjun, pengunjung akan merasakan udara yang menyejukkan dan percikan air yang jatuh dari ketinggian 84 meter. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berinteraksi dan memberi makanan secara langsung kepada monyet-monyet yang dibiarkan bebas berkeliaran.

Tidak hanya sekedar menyajikan pemandangan air terjun yang elok, tempat wisata Coban Rondo juga menyediakan berbagai fasilitas seperti mushola, tempat parkir, tempat makan, tempat suvenir serta wahana permainan yang siap memanjakan pengunjung.

Wahana permainan tersebut di antaranya berkuda, memanah, paint ball, ATV, flying fox, bersepeda serta wahana labirin yang menjadi favorit pengunjung. Untuk dapat merasakan sensasi berbagai wahana permainan tersebut, pengunjung cukup membayar 5-30 ribu rupiah per wahana. Sedangkan untuk tiket masuk Coban Rondo sendiri yakni 23 ribu rupiah. Harga tersebut sudah termasuk biaya parkir dan asuransi keselamatan.

Berdasarkan pantauan Cendana News, keberadaan berbagai wahana permainan tersebut masih tergolong baru ada di Coban Rondo. Sebelumnya tempat wisata ini hanya menawarkan keelokan air terjun.

Hari dan Ria. Foto: Agus Nurchaliq

Hal tersebut dibenarkan salah satu pengunjung, Hari, yang sudah dua kali berkunjung ke Coban Rondo. Menurut Hari, penambahan berbagai wahana permainan seperti labirin tersebut dimaksudkan lebih menarik wisatawan untuk datang. Pasalnya, dulu sewaktu pertama kali ia datang ke Coban Rondo belum ada wahana permainan tersebut.

“Dulu permainan labirin ini memang masih belum ada. Dulu yang menarik hanya air terjunnya saja,” ucapnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Ria, istri Hari, yang turut menemani.

“Dulu yang menjadi daya tarik dari Coban Rondo hanya air terjunnya saja, tapi sekarang sudah banyak wahana permainan yang menarik,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hari dan Ria mengaku, kedatangannya kali ini ke Coban Rondo tidak hanya berdua. Tapi ia juga mengajak anak dan kedua cucu.

“Kebetulan sekarang masih dalam suasana libur lebaran dan libur sekolah, jadi kami sempatkan mengajak anak dan cucu untuk berlibur bersama di Coban Rondo,” akunya.

Sementara itu, selain udaranya yang sejuk dan suasananya yang masih terjaga kealamiannya, air terjun yang memiliki ketinggian 84 meter tersebut konon memiliki legenda tersendiri sehingga diberi nama Coban Rondo.

Berdasarkan informasi yang tertera, nama Coban Rondo berawal dari sepasang pengantin yang baru menikah yakni antara Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro. Setelah pernikahannya berjalan 36 hari kedua mempelai bersikeras datang ke Gunung Anjasmoro.

Namun di tengah perjalanan mereka dikejutkan dengan kehadiran Joko Lelono yang terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Dari situ kemudian terjadilah perkelahian antara Raden Baron dan Joko Lelono. Raden Baron kemudian meminta punokawan untuk menyembunyikan Sang Dewi di suatu Coban (air terjun). Akan tetapi dalam perkelahian tersebut keduanya gugur sehingga Dewi Anjarwati menjadi janda atau dalam bahasa Jawa disebut Rondo. Dari legenda itulah kemudian air terjun tersebut dinamakan Coban Rondo hingga sekarang.

Lihat juga...