LAMPUNG — Arus balik lebaran 2017 dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa, pada H+2 lebaran (berdasarkan perhitungan PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni), baik penumpang, kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat, terus menunjukkan peningkatan.
Ahsan Muhtar, penanggungjawab koordinator data arus mudik PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, mengatakan, berdasarkan perbandingan pemudik yang naik dari Pelabuhan Merak dan naik dari Pelabuhan Bakauheni masih banyak penumpang yang belum kembali ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera.
Berdasarkan data penumpang yang naik dari Pelabuhan Merak mengalami lonjakan pada H-3 (Kamis 22 Juni 2017) sebesar 173.775 penumpang, terdiri dari 31.084 penumpang pejalan kaki dan 142.691 penumpang dalam kendaraan. Lonjakan kendaraan roda empat juga terjadi pada hari yang sama dengan total kendaraan mencapai 16.951 unit kendaraan dan lonjakan arus kendaraan roda dua terlihat mengalami lonjakan pada H-2, sebanyak 21.407 unit.
“Berdasarkan angka perbandingan penumpang baik di dalam kendaraan maupun pejalan kaki serta roda dua dan roda empat yang naik dari Merak, masih ratusan ribu penumpang yang belum kembali atau naik dari Pelabuhan Bakauheni Lampung,” terang Ahsan saat mendamping Sugeng Purwono, Manager Operasional PT ASDP Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (28/6/2017), pagi.
Hingga hari keempat lebaran 2017, ini, sesuai data yang masuk selama 12 jam hingga pukul 08.00 WIB sebanyak 107.057 penumpang telah diseberangkan atau telah kembali dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa, melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung dengan 85.597 penumpang dalam kendaraan, 21.460 penumpang pejalan kaki. Jumlah penumpang tersebut masih cukup sedikit dibandingkan total penumpang yang naik dari Merak hingga hari lebaran sebanyak 943.371 penumpang atau 836.314 orang atau sebesar 11 persen belum kembali ke Pulau Jawa.
Pemudik dengan kendaraan roda dua yang naik dari Pelabuhan Merak Banten hingga hari pertama lebaran berdasarkan data posko harian tercatat 81.402 unit, sementara kendaraan roda dua yang sudah kembali tercatat baru mencapai angka 8.765 unit, sehingga tercatat ada 72.637 unit kendaraan atau sebesar 11 persen belum kembali ke Pulau Jawa.
Sementara itu, total kendaraan roda empat yang naik dari Merak dalam arus mudik mencapai 115.848 unit, dengan perhitungan sejak H-10 lebaran. Sementara hingga hari keempat lebaran ini, 12.821 unit kendaraan roda empat telah kembali ke Pulau Jawa atau sebanyak 103.027 unit kendaraan atau sebesar 11 persen belum kembali ke Pulau Jawa.
Salah satu tren menurunnya pemudik pengguna sepeda motor atau kendaraan roda dua dan lebih banyak pemudik dengan menggunakan kendaraan roda empat diakui oleh Sugeng Purwono. Menurutnya, hal itu karena adanya faktor pemudik yang memilih menggunakan moda transportasi kendaraan roda empat bahkan menggunakan pesawat dengan tingkat ekonomi atau sudah terjangkau membeli tiket pesawat bahkan sudah memiliki kendaraan pribadi.
“Ini hanya prediksi saja, faktor menurunnya pengguna kendaraan roda dua bisa karena tingkat ekonomi sudah membaik atau juga bisa faktor lain, di antaranya kenyamanan,” terang Sugeng.
PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni memprediksi puncak arus balik kendaraan akan terjadi pada H+5 hingga H+6, Sabtu-Minggu (1-2/7/2017), seiring dengan berakhirnya masa cuti bersama sejak 27 – 30 Juni 2017. Selain puncak balik arus kendaraan juga diprediksi akan terjadi lonjakan arus penumpang, mengingat masih banyak pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa.
Pantauan Cendana News, hingga Rabu pagi ini sebanyak 10 loket pembelian tiket penumpang pejalan kaki permanen dan sebanyak 3 loket portable dibuka dari total disiapkan sebanyak 31 loket permanen dan portable dan total sebanyak 9 barier pembaca tiket elektronik baru dioperasikan sebanyak 4 unit.
Petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Bakauheni pun disiagakan melakukan penghitungan (checker) manifest penumpang pejalan kaki menghindari kapasitas kapal kelebihan muatan.