Tabur Puja Posdaya Saniangbaka, Angkat Potensi Daerah

SENIN, 3 APRIL 2017

SOLOK — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Memiliki potensi yang melimpah tanpa adanya sokongan dari pihak terkait menjadikan warga sekitar hanya sebagai penonton. Hal inilah yang menjadi salah satu permasalahan yang coba dipecahkan oleh Posdaya Saniangbaka, Sapuluah (X) Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Yulna Eliza (kiri)

Selain perantau, masyarakat sekitar sebagian besar bekerja sebagai petani, pedagang hingga perajin lokal dengan mengangkat potensi daerah, seperti makanan hingga kerajinan tangan.  Dengan adanya aliran dana Tabur Puja melalui Koperasi KPRI Kencana BKKBN Kabupaten Solok, secara tidak langsung juga ikut melestarikannya.

Petani, pedagang kecil, dan perajin menjadi salah satu sasaran pemberdayaan Posdaya Saniangbaka. Melalui kerja sama dengan wali jorong (pemerintahan terdepan), bahu-membahu mendata siapa yang layak untuk mendapatkan pinjaman. Tidak hanya yang sudah memiliki usaha atau sedang berkembang, yang baru memulai pun juga ikut menikmati.

Posdaya Saniangbaka menyadari, salah satu kendala masyarakat, baik perajin lokal hingga pedagang kecil yang memproduksi secara tradisional dalam mengembangkan usahanya yakni keterbatasan modal. Meski mereka memiliki semangat yang tinggi, namun jika tidak mendapat sokongan, akan luntur juga.

“Hal inilah yang menjadi sasaran kita, bagaimana perajin lokal bisa mendapatkan sokongan. Saat ini, tercatat 120 nasabah aktif dalam 10 kelompok,” sebut Yulna Eliza, Ketua Posdaya Saniangbaka saat dikunjungi Tim Cendana News.

Sejak 2014 dengan hadirnya Posdaya di daerah tersebut, beberapa anggota bahkan sudah ada yang mandiri dan tidak lagi memanfaatkan pinjaman. Mesk demikian, keterlibatan mereka tetap ada dalam bentuk simpanan yang dananya dapat digunakan untuk anggota baru. Bahkan Posdaya tersebut juga tercatat sebagai penyimpan suka rela terbanyak.

“Simpanan nasabah saat ini lebih kurang Rp21 juta,” jelasnya.

Bagi Yulna Eliza, potensi daerahnya patut mendapatkan perhatian serius dalam permodalan. Perajin lokal memiliki kesempatan yang sama untuk dapat bersaing. Karena hasil karya mereka juga tidak kalah menarik dengan pengusaha yang ada. Seperti halnya usaha sulam emas, kue kering, suak aia [digunakan saat pesta perkawinan setempat] dan lain sebagainya.

“Inilah yang terus kita upayakan. Selain meningkatkan penghasilan masyarakat, pinjaman dari Tabur Puja secara tidak langsung ikut mengangkat potensi daerah dan melestarikan makanan serta kerajinan khas daerah,” sebutnya.

Seperti yang dirasakan oleh pedagang lauk bilih (ikan khas Singkarak), Mega Okta Susanti, yang sebelumnya kesulitan mendapatkan modal untuk melancarkan usahanya dalam jual-beli.

“Lauk bilih banyak peminatnya, namun karena modal sedikit, otomatis barang dagangan juga sedikit. Alhamdulillah, dengan dapat pinjaman saya bisa meningkatkan jumlah stoknya,” sebutnya.

Warga binaan Posdaya Saniangbaka (kiri) bersama Tim Cendana News menunjukkan salah satu hasil kerajinan tangan daerah.

Begitu juga dengan warga lainnya, Ifliza (49), berkat perkembangan usahanya, ia sudah dapat membantu memberikan jajan untuk anak yang kuliah di Kota Padang.

Jurnalis: ME. Bijo Dirajo / Editor: Satmoko / Foto: Tabur Puja Solok

Lihat juga...