Puluhan Ribu Peziarah Mengikuti Prosesi Jumat Agung di Kota Larantuka

SABTU, 15 APRIL 2017

LARANTUKA  —  Puluhan ribu umat Katolik dari berbagai wilayah di Indonesia serta beberapa wisatawan asing sejak pukul 18.30 WITA Jumat (14/7/2017) mulai berdatangan ke Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, awal dimulainya prosesi Jumat Agung.

Puluhan ribu umat Katolik dan peziarah yang mengkitu prosesi Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka.

Romo Hendrik Leni,Pr pastor paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka dalam pesannya sebelum perarakan atau prosesi Jumat Agung meminta agar umat yang akan mengikuti prosesi bisa mengikuti ziarah iman ini dengan tertib dan khusuk berdoa dan melantunkan lagu-lagu rohani.

“Kita semua baik umat maupun para peziarah hendaknya memaknai prosesi ini sebagai ziarah iman sebab prosesi ibarat jalan salib di mana umat diajak menyelami makna kisah sengsara Tuhan Yesus,” ujarnya.

Antonius Raharjo salah seorang peziarah asal Bandung yang ditemui Cendana News di pelataran Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka sebelum prosesi dimulai mengaku tertarik mengikuti kegiatan selama Semana Santa di Larantuka sebab ingin melihat dan menyaksikan dari dekat tradisi ini.

Peti Tuan Ana yang dipikul empat petugas Lakademu saat prosesi Jumat Agung.

Antonius juga menyebutkan dirinya datang bersama rombongan peziarah setelah mengetahui dari sesama teman di gerejanya dan terkesan setelah melihat video prosesi Jumat Agung tersebut di internet.

“Katanya tradisi ini sudah berlangsung lebuh dari lima abad dan saya juga mengikuti prosesi sebab ingin berdoa dan memiliki ujud khusus yang disampaikan kepada Allah Bapa dan Bunda Maria,” ungkapnya.

Maria Lian salah seorang peziarah asal Atambua yang ditemui Cendana News di tangga sebelah utara gereja Katedral menjelaskan, dirinya datang bersama rombongan peziarah asal Atambua berjumlah 800 orang menggunakan kapal fery untuk mengikuti prosesi dan serangkain ritual sebelum Jumat Agung.

“Tahun ini kami datang dengan rombongan besar sebab sebelumnya juga sudah ada yang datang ke Larantuka mengikuti prosesi sehingga umat Katolik di Atambua banyak yang datang tahun ini,” tuturnya.

Disaksikan Cendana News, prosesi Jumat Agung dimulai sekitar pukul 20.00 WITA usai dilakukan Ovos atau nyanyian ratapan di Gereja Katedral. Urutan perarakan di bagian depan diisi oleh pemukul Genda Do, anak-anak yang membawa perlengkapan Kisah Sengsara Tuhan Yesus serta para peziarah, peti Tuan Ana yang dipikul empat orang Lakademu selanjutnya parah peziarah serta petugas Ovos dan Konferia serta arca Tuan Ma dan barisan para peziarah.

Semua umat dan peziarah yang mengikuti prosesi berpakaian hitam-hitam sambil memegang lilin bernyala berjalan dalam dua baris di kiri dan kanan.  Bagian tengahnya dibiarkan kosong yang menjadi tempat untuk petugas keamanan dan petugas pengatur barisan.

Prosesi berakhir sekitar pukul 03.00 WITA  meski di dalam gereja Katedral Reinha Rosari sudah dilakukan berkat penutup, barisan perarakan prosesi masih belum selesai masuk ke dalam gereja Katedral sebagai tempat terakhir perarakan.

Prosesi atau perarakan akan berjalan mengitari kota Larantuk melewati jalan tengah dan jalan negara di bagian selatan dari kelurahan Lokea, Lohayong, Pohon Sirih, Balela dan kelurahan Larantuka sejauh sekitar 3 kilometer dengan berjalan kaki dimana peserta prosesi memegang lilin yang bernyala di tangan seraya mendaraskan doa dan nyanyian puji-pujian.

Prosesi akan menyinggahi 8 Armida atau Perhentian yakni Armida Missericordia, Tuan Meninu, Santo  Philipus, Tuan Trewa, Pantekebis, Santo Antonius, Kuce dan Armida Mater Dolorosa di depan kapela Tuan Ana di mana di setiap Armida ditata dan dilengkapi dengan berbagai gambar Tuhan Yesus dan Bunda Maria serta kain dan bendera berwarna hitam tanda perkabungan.

Urutan Armida ini menggambarkan seluruh kehidupan Yesus Kristus mulai dari kelahirannya, masa remaja, hingga masa penderitaanNya hingga wafat di kayu salib. Selama berhenti di Armida dilakukan pembacaan kitab suci, renungan dan deo serta diakhir dengan seorang wanita mengumandangkan “Ovos” lalu konferia melantunkan “Signor Deo”.

Arca Tuan Ma yang diarak saat prosesi dan sedang ditaktahkan di gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary

Source: CendanaNews

Lihat juga...