LAMPUNG — Perayaan Ibadah Jumat Agung oleh sebagian umat Katolik di wilayah unit Pastoral Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan dengan berbagai liturgi mulai dari liturgi pembukaan, liturgi sabda hingga liturgi lain berlangsung sangat khidmat.
![]() |
| Umat Katolik mengikuti prosesi penghormatan salib. |
Dipimpin pastor pembantu unit Pastoral Bakauheni, Pastor Wolfram Safari, Pr, perayaan ibadah Jumat Agung rangkaian tri hari suci Paskah diikuti oleh ratusan umat dari berbagai stasi di wilayah unit pastoral Bakauheni di antaranya Stasi Pasuruan, Stasi Tridharmayoga, Stasi Palas dan beberapa stasi lain.
Membludaknya umat yang hadir dalam perayaan ibadah Jumat Agung tersebut berdasarkan pantauan Cendana News di antaranya akibat banyaknya umat dari wilayah lain yang ingin mengikuti prosesi Jumat Agung di Gereja Santo Kristoforus yang diisi dengan visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus oleh Orang Muda Katolik (OMK) dan Kelompok Teater Sanggar Kuncup Berseri dari SMKN 1 Kalianda.
“Kalau dibanding hari biasa, jumlah umat membludak hampir tiga kali lipat karena di stasi Bakauheni jumlah umat hanya mencapai lima puluh jiwa, sementara hari ini lebih dari dua ratus lebih umat hadir,” ungkap Ketua Stasi Bakauheni, Yuswadi, saat dikonfirmasi Cendana News dalam pelaksanaan perayaan ibadah Jumat Agung di gereja Santo Kristoforus, Jumat sore (14/4/2017).
Meski jumlah umat membludak, namun panitia perayaan ibadah Jumat Agung Gereja Santo Kristoforus tidak menyediakan tenda tambahan bagi umat yang beribadah sehingga sebagian umat harus merayakan ibadah di luar gereja yang berada di Dusun Umbuljering, Desa Bakaueheni, tersebut.
Rangkaian prosesi liturgi ibadah Jumat Agung yang digelar mulai pukul 15:00 WIB yang umumnya berjalan selama satu jam terlihat lebih lama dari biasanya dengan adanya prosesi penghormatan salib. Prosesi penghormatan salib dengan cium salib yang dibawa oleh misdinar dan sebelumnya diarak oleh pastor Wolfram Safari, Pr tersebut bahkan nyaris berlangsung satu jam.
“Ratusan umat yang hadir mengikuti prosesi penghormatan salib membuat ibadah Jumat Agung berjalan lebih lama namun umat tetap khidmat beribadah terutama dengan adanya visualisasi oleh OMK dan sanggar teater,” ungkap Yuswadi.
Prosesi penghormatan salib dijalankan sebagai simbol penghormatan akan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus saat disalib. Umat Katolik yang hadir tanpa terkecuali tua-muda melakukan prosesi sujud dan berlutut di kayu salib dengan mencium kaki patung Yesus sebagai simbol penghormatan akan kesucian salib.
Setelah prosesi penghormatan salib tanpa disertai dengan Misa atau perayaan Ekaristi, umat yang sudah berhak menerima sakramen Maha Kudus menerima komuni kudus. Prosesi perayaan ibadah Jumat Agung di gereja Santo Kristoforus ditutup dengan tanpa berkat dari pastor sebagai simbol penghormatan akan wafatnya Yesus Kristus di Hari Jumat Agung.
![]() |
| Visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus. |
Tanpa adanya berkat setelah perayaan ibadah Jumat Agung merupakan simbol umat Katolik akan memasuki masa Sabtu Suci sebagai simbol Yesus berada di dalam kubur sekaligus menjelang masa kebangkitan Yesus Kristus yang akan dirayakan pada Minggu Paskah. Sebelum Minggu Paskah, perayaan malam Paskah juga akan dirayakan pada Sabtu malam (15/4/2017) mulai pukul 19:00 WIB. Sementara umat Katolik di stasi lain merayakan di sejumlah gereja secara gabungan.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

