KAMIS, 13 APRIL 2017
TEGAL — Pegadaian Tegal mengadakan kopi darat (Kopdar) dengan para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dari Pemalang, Tegal, Brebes, dan Slawi, dalam sebuah acara seminar ‘Kewirausahaan bagi UMKM’, di Hotel Bahari inn Kota Tegal, Kamis (13/5/2017).
![]() |
| Anang Sujana |
Dalama acara tersebut, sejumlah pelaku usaha kecil saling berbagi pengalaman dalam mengelola bisnis. Hadir sebagai salah satu narasumber, adalah pemilik usaha boneke Hayashi Toys, Anang Sujana, yang membagi pengalamannya selama membangun bisnisnya tersebut.
Anang mengatakan, UMKM harus bisa berinovasi, agar bisa survive. Tidak semua bisnis yang dijalankan itu harus sesuai passion, meski bekerja sesuai dengan passion itu bagus, tapi sukses bisnis yang tidak sesuai passion itu jauh lebih hebat.
Anang pun kemudian mengisahkan, awal mula usahanya yang hanya bermodal ratusan ribu, hingga sekarang beromset miliaran dengan puluhan cabang pabrik boneka se-Indonesia. Padahal, Anang sama sekali tidak mempunyai passion di bidang boneka, karena ternyata pria macho ini adalah anak seorang tentara yang hobi atletik dan otomotif.
Anang mengaku, mendapattan keahlian mendesain dan membuat boneka saat bekerja di pabrik boneka, dan pada 1995 di-PHK. Berbekal keahlian yang didapat saat bekerja di pabrik, Anang memberanikan diri membuka usaha boneka sendiri dan dalam dua tahun bisa membuka 17 cabang.
Usahanya itu kemudian bangkrut akibat krisis 1998, dan menanggung hutang puluhan juta rupiah. Tapi, kemudian bangkit lagi, hingga bisa sukses sampai sekarang ini. Dalam berbisnis, Anang mengaku selalu menjadikan bekerja sebagai ibadah, sehingga menjadi motivasi untuk bekerja sepenuh hati dan ikhlas, dan setiap langkah dalam berbisnis bernilai ibadah.
“Buku ‘Menjadi Muslim Milyarder’, yang saya tulis menjadi buku best seller pada 2013, dan semua keuntungan dari penjualan buku tersebut dibuat untuk membangun klinik pengobatan gratis di Yogyakarta. Inilah hakikat bisnis bagi seorang muslim, menggunakan kekayaan hasil bisnisnya untuk beribadah,” kata Anang.
Salah satu pelaku UKM yang lain dari Tegal, Agus Munoro, mengaku sangat mengapresiasi acara kopdar tersebut, karena bisa mendapat motivasi dalam berusaha dan membangun relasi bisnis dengan pelaku UMKM lain. Agus mengusulkan, agar pelaku UMKM yang hadir diinventarisir sesuai produknya masing-masing, sehingga akan mudah dalam pencarian produk.
Menurut Agus, selama ini yang menjadi kendala UMKM adalah modal, pemasaran, pengembangan usaha untuk tingkat ekspor dan manajemen resiko menghadapi kompetitor di era MEA, yang semakin memperburuk kondisi UMKM lokal yang berdaya saing rendah. Karenanya, ia berharap sebagai pelaku usaha kecil terus diperhatikan dengan berbagai kebijakan yang berpihak pada UMKM, seperti kemudahan perizinan, permodalan, menjembatani dalam membangun jaringan pasar, serta pelatihan-pelatihan yang menunjang bagi eksistensi pelaku UMKM.
Deputi PT. Pegadaian Tegal, Sriyani, yang turut hadir dalam seminar tersebut, dalam sambutannya berharap, agar para pelaku UMKM yang hadir di acara kopdar ini dapat memanfaatkan pertemuan yang singkat ini untuk membangun jaringan pasar. Dan, acara silaturahim ini sengaja digelar untuk mengedukasi pelaku UMKM, agar terbuka dalam membangun kemitraan dan jaringan pasar, agar UMKM bisa berkembang dan naik kelas.
Sriyani juga mengatakan, pegadaian saat ini telah berkembang, tidak hanya bawa barang untuk digadaikan dengan uang, tapi juga sudah ada beberapa produk antara lain, pinjaman dengan BPKB dengan bunga 1 persen yang fleksibel, baik bulanan maupun jangka waktu atau tempo, ada juga tabungan yang dikonversikan ke dalam bentuk emas dan produk-produk lainnya.
Jurnalis: Adi Purwanto/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adi Purwanto
Source: CendanaNews
