Keterbatasan Pastor Umat Katolik Lampung Selatan Gelar Misa Vigili Paskah Gabungan

SABTU, 15 APRIL 2017
LAMPUNG—Ratusan umat Katolik dari wilayah beberapa kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan diantaranya dari Kecamatan Penengahan,Kecamatan Palas,Kecamatan Kalianda mulai menggelar perayaan malam vigili Paskah di gereja Santo Yohanes de Brito di Desa Sukabakti Kecamatan Palas. 

Suasana Misa Vigili.

Perayaan malam vigili Paskah yang digabung menjadi satu di satu stasi yang berada di wilayah gerejawi unit pastoral Bakauheni tersebut menurut Nurbertus Suradi (40) Ketua Stasi Yohanes de Brito dilakukan akibat keterbatasan jumlah pastor atau pemimpin misa untuk perayaan malam Paskah.

Sebagai cara mengupayakan umat Katolik dari berbagai stasi bisa merayakan malam vigili Paskah secara bersama dengan dipimpin oleh pastor empat stasi bergabung merayakan malam vigili Paskah di antaranya Stasi Kalianda, Stasi Sukabakti, Stasi Pasuruan dan Stasi Palas Jaya.

Tambahan tenda di sebelah kanan gereja Santo Petrus de Brito oleh panitia penyelenggaraan malam Vigili Paskah bahkan telah disediakan sebagai antisipasi membludaknya jumlah umat yang berasal dari beberapa stasi tersebut. Berdasarkan perhitungan pihak panitia untuk jumlah kursi di dalam Gereja Santo Yohanes de Brito hanya disediakan sebanyak puluhan kursi sehingga umat yang berasal dari luar daerah disiapkan tenda khusus.

Selama perayaan malam Vigili Paskah ungkap Nurbertus Suradi akan dilakukan dengan beberapa rangkaian liturgi meriah berbeda dengan liturgi hari biasa mulai dari perarakan hingga puncak Ekaristi Malam Vigili Paskah.

“Puncak iman Katolik adalah Paskah kebangkitan Tuhan Yesus sehingga perayaan malam vigili Paskah dirayakan dengan meriah sebagai puncak liturgi Gereja Katolik dan kemeriahan ini tergambar dalam rangkaian liturgi yang akan digelar pada malam ini”terang Nurbertus Suradi ketua stasi Santo Yohanes de Brito saat dikonfirmasi Cendana News,Sabtu malam (15/4/2017)

Rangkaian liturgi dalam perayaan malam vigili Paskah di gereja Santo Yohanes de Brito yang dimulai sejak menjelang pergantian malam diantaranya rangkaian liturgi pertama hingga keempat, ia menuturkan.

Liturgi pertama dilakukan dengan penyalaan lilin paskah di depan gereja yang disediakan sebuah api unggun khusus. Liturgi kedua berupa liturgi sabda, liturgi ketiga berupa liturgi Baptis dan puncaknya dilakukan Liturgi Ekaristi malam vigili Paskah.

Pastor Paroki Unit Pastoral Bakauheni,Pastor Bernardinus Hariyanto Silaban,Pr yang memimpin upacara liturgi penyalaan lilin Paskah diiringi oleh para misdinar (pembantu tugas pastor selama ekaristi), para lektor (pembaca bacaan sabda), pembaca Mazmur dan pembaca exultet atau kisah keselamatan dari perjanjian Lama hingga perjanjian Baru serta diiringi para perwakilan umat dari stasi lain yang membawa lilin Paskah.

Diawali dengan penyalaan api unggun yang menyimbolkan api Kristus sebagai simbol terang dan penebusan Yesus Kristus yang telah mengorbankan hidupNya bagi manusia. Sebanyak empat lilin besar dari perwakilan stasi Pasuruan,stasi Palas Jaya,stasi Sukabakti dan stasi Kalianda dinyalakan langsung oleh pastor paroki selanjutnya api dari lilin besar dinyalakan ke ratusan lilin kecil yang dibawa oleh umat.

“Kristus cahaya dunia yang bangkit dari kematian menjadi terang bagi seluruh dunia dan menjadi penyelamat bagi umat manusia dan rela mati di kayu salib dia adalah Alfa dan Omega Awal dan Akhir,” ungkap Pastor Bernardinus Haryanto Silaban,Pr.

Lilin menyala selanjutnya diarak oleh pastor,umat dan para misdinar ke dalam gereja Santo Yohanes de Brito dalam rangkaian ibadah cahaya. Selama lilin menyala lampu listrik di dalam dan luar gereja dipadamkan sebagai simbol kegelapan dan lilin Kristus yang menjadi sumber cahaya bagi umat.

Nyala lilin tetap dipertahankan sepanjang bacaan sabda dari perjanjian lama mulai dari kisah peciptaan Allah atas dunia dalam kitab Kejadian. Pembacaan tersebut dirangkai dalam Excultet sebagai kisah penyelamatan umat manusia dari karya penciptaan,pembebasan umat Israel dari Mesir hingga perjanjian baru.

Liturgi sabda yang dibacakan pada malam vigili Paskah total sebanyak delapan bacaan dari Perjanjian Lama ditambah bacaan dari perjanjian baru berbeda dengan hari biasa dengan dua bacaan sabda dari perjanjian lama dan perjanjian baru dilanjutkan bacaan Injil.

Liturgi sabda dari beberapa bacaan dilanjutkan dengan bacaan perjanjian baru pada misa malam vigili Paskah tahun 2017 sesuai penanggalan gerejawi secara khusus diambil dari Injil Matius yang menggambarkan kisah kebangkitan Yesus Kristus dimana para perempuan yang menerima penampakan Yesus Kristus.

Selanjutnya liturgi sabda dilanjutkan dengan homili atau kotbah yang merupakan pesan pesan Gembala atau Uskup sebagai pesan perayaan Paskah pada tahun ini dengan Tema Paskah “Keluargaku Bangkit Bersama Kristus”.

Sesuai dengan surat gembala Paskah oleh Uskup Yohanes di Keuskupan Tanjungkarang yang dibacakan sesuai dengan semangat menghidupi keluarga dalam pertemuan pastoral gereja pasrtikular (perpasgelar) ke-3 umat diajak mengikuti teladan dari para pendahulu. Para pendahulu mulai dari para tetua gereja sesuai hakekat gereja Katolik dan Apostolik yang diwariskan turun temurun.

“Kita mengikuti teladan Yesus dalam meneladan kehendak Bapa sehingga ini menjadi semangat bagi umat agar tetap menyelesaikan perutusan hingga selesai”ungkap Pastor Bernardinus Hariyanto Silaban.

Ia menyebut kesulitan dan tantangan sebagai umat akan selalu diselingi dengan kebahagiaan. Teladan Hamba Tuhan yang menderita melalui sengsara Yesus dan berakhir dengan kebangkitan bisa menjadi harapan bagi manusia khususnya umat Katolik meski di zaman modern ini. Paskah kebangkitan Yesus juga merupakan kebangkitan manusia dari sikap buruk dan dosa menuju kebaikan meski kehidupan penuh dengan penderitaan.

Pesan terakhir dalam homilinya sesuai Surat gembala Paskah pastor Bernardinus Haryanto Silaban mengajak umat menjadikan keluarga sebagai dasar hidup beriman dan sebagai penyemai peradaban luhur manusia.

Seusai homili liturgi pembabtisan dilakukan terhadap beberapa bayi dan juga calon katekumen atau warga yang akan menjadi anggota Gereja Katolik dengan penandaan menggunakan tanda air suci dengan nama baptis. Pembaptisan pada malam vigili Paskah memiliki makna pembebasan umat Israel dari bangsa Mesir dan juga pembebasan umat yang dibaptis dari dosa.

Bagi umat Katolik yang sudah dibaptis hanya dilakukan pembaharuan janji baptis dan diperciki air suci oleh pastor paroki. Perayaan malam Vigili Paskah ditutup dengan penerimaan sakramen Maha Kudus dalam perayaan ekaristi dan penerimaan komuni.

Perayaan malam vigili Paskah sebagai simbol malam penyelamatan dan karya penebusan umat manusia melalui Yesus Kristus masih akan dilanjutkan dengan Minggu Paskah kebangkitan Yesus Kristus yang akan dirayakan di setiap gereja stasi.

Seusai perayaan malam vigili Paskah umat yang selesai merayakan ibadah malam Vigili Paskah berkesempatan saling bersilaturahmi dengan umat dari stasi lain sebelum kembali ke rumah masing masing.

Suasana misa.

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

Lihat juga...