RABU, 12 APRIL 2017
LAMPUNG — Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Penengahan yang mengikuti kegiatan cabang olahraga bela diri pencak silat mulai rutin melakukan latihan mempersiapkan ajang kompetisi Bupati Cup yang akan digelar pada (25/4/2017) mendatang.
![]() |
| Siswa perempuan aktif berlatih pencak silat Tapak Suci. |
Menurut Satria Nurhuda (16) selaku pelatih atau kader tapak suci putra Muhammadiyah SMP Muhammadiyah Penengahan, latihan rutin setiap sore tersebut sekaligus seleksi bagi para atlet cabang olahraga pencak silat yang akan mengikuti ajang bupati cup 2017 di lapangan tenis indoor Kalianda. Sebagai salah satu perguruan organisasi pencak silat di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Satria Nurhuda menyebut, siswa SMP Muhammadiyah memiliki bakat atlet berprestasi di bidang olahraga pencak silat.
Sebagai pelatih atau dikenal dengan kader ia menyebut saat ini kegiatan pencak silat yang tergabung dalam tapak suci putera Muhammadiyah berjumlah sekitar 74 siswa yang aktif. Namun untuk keanggotaan jumlahnya bisa mencapai lebih dari 100 siswa terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan. Jumlah tersebut merupakan jumlah dari seluruh siswa di SMP Muhammadiyah dari kelas VII dan kelas VIII sementara kelas IX sementara tidak mengikuti latihan untuk mempersiapkan ujian nasional. Khusus untuk seleksi kompetisi olahraga bela diri pencak silat, ia menyebut, saat ini sedang diseleksi sebanyak 30 siswa dari kelas VII dan kelas VIII untuk membela SMP Muhammadiyah dalam ajang bela diri pencak silat tersebut.
“Secara organisasi kegiatan olahraga bela diri pencak silat yang khusus di Muhammadiyah disebut sebagai tapak suci putera Muhammadiyah ini merupakan olahraga wajib setiap siswa, namun kita juga aktif terlibat dalam kompetisi pencak silat di tingkat kabupaten,” ungkap Satria Nurhuda, selaku pelatih atau kader pencak silat tapak suci putera Muhammadiyah saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (12/4/2017).
Satria Nurhuda menyebut, semua siswa yang masuk di SMP Muhammadiyah diwajibkan mengikuti kegiatan olahraga pencak silat karena merupakan ekstrakurikuler dan organisasi wajib putera Muhammadiyah. Sebagai siswa dan juga atlet berbagai kompetisi untuk meningkatkan kemampuan para siswa rutin dilakukan pertandingan tapak suci Muhammadiyah dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Berbagai ajang pertandingan tapak suci Muhammadiyah diakuinya telah diikuti sehingga untuk persiapan pertandingan tingkat kabupaten dengan ajang bupati cup seleksi ketat dilakukan untuk memantapkan atlet atlet yang akan membela sekolah di tingkat kabupaten.
Berbagai tahap latihan dilakukan dengan latihan dasar, gerakan, latihan jurus. Latihan yang dilakukan tersebut diharapkan mampu membentuk fisik siswa dan bahkan juga akhlak siswa yang akan menjadikan siswa di Muhammadiyah lebih santun dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan seragam warna merah dan sabuk kuning bagi siswa yang telah resmi diterima sebagai murid, ia mengaku pada hari biasa latihan rutin dilakukan satu pekan selama tiga kali setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Sementara penanda tingkatan ditandai dengan tingkatan siswa sabuk warna kuning, tingkatan kader sabuk warna biru dan tingkat pendekar dengan sabuk warna hitam. Setiap tingkatan masih dibedakan dengan simbol melati yang jumlahnya berbeda hingga empat buah sesuai tingkatan mulai dari muda,madya, kepala, utama hingga besar.
![]() |
| Satria Nurhuda, kader atau pelatih olahraga bela diri tapak suci putera Muhammadiyah. |
Salah satu siswa, Siti Umaroh, siswa kelas VII mengaku, sudah mengikuti pencak silat tapak suci putera Muhammadiyah selama hampir dua tahun. Ia mengaku optimis akan menjadi wakil sekolahnya dalam ajang pertandingan tapak suci putera Muhammadiyah tingkat kabupaten yang akan memperebutkan trophy dan juga uang pembinaan. Ia menyebut selama menjadi anggota tapak suci bisa lebih mendisiplinkan diri dan juga bisa bersikap rendah hati meski dirinya sudah mumpuni dalam olahraga bela diri.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

