SELASA, 11 APRIL 2017
PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Inovasi dan kreasi kuliner ranah Minang, Sumatera Barat, terus dilakukan melalui tangan-tangan orang yang memiliki ide-ide yang fantastis. Seperti halnya yang dilakukan oleh perempuan kelahiran Kota Payakumbuh, Nur Hayati, yang menciptakan dendeng dari sayur sehat. Padahal, jika pada umumnya dendeng khas Minang berbahan dasar daging.
![]() |
| Nur Hayati memperlihatkan hasil kreasi dendeng sayur sehat |
Perjuangan Nur Hayati untuk membesarkan usaha dendeng sayura sehatnya, benar-benar berat, apalagi untuk melahirkan ide bahan dendeng yang digunakan. Karena dendeng sayur sehat yang dibuat Nur Hayati, terbuat dari jantung pisang dan daun singkong yang dihadirkan untuk orang yang mengalami diabetes yang tidak bisa menikmati dendeng daging
Berawal dari tahun 2011, Nur Hayati memulai usaha dendeng sayur yang dibuat secara manual, yakni menggunakan lesung sebagai alat menumbuk sayur seperti jantuang pisang dan daun singkong.
“Awalnya saya pikir-pikir, dendeng ini selain dari daging, bahannya dari apa ya. Nah, saya coba lah dengan sayur-sayuran, ternyata untuk jantung pisang dan daun singkong bisa dijadikan dendeng,” ucapnya saat berdialog dengan Cendana News di Padang, Selasa (11/4/2017).
Meski telah menemukan cara untuk olahan untuk membuat dendeng dari sayur, Nur Hayati terkendala soal memasarkan produknya yang bernama Bunda Fabbio itu. Namun, pada kesempatan pameran produk UMKM di salah satu daerah luar dari Sumatera Barat, akhirnya produknya mendapatkan tempat soal pemasaran.
![]() |
| Dendeng sayur milik Bunda Fabbio |
Masa-masa banjirnya pemasanan itu terjadi pada tahun 2013. Sselain banyak yang memesan, produk dendeng sayur milik Nur Hayati juga telah ada di sejumlah toko oleh-oleh yang ada di Padang.
“Produk saya ini sebelum dipasarkan ke toko oleh-oleh, telah memiliki label halal, izin BPOM, dan telah punya hak paten usaha yang bernama Bunda Fabbio. Nama Fabbio sendiri, merupakan nama cucu kesayangan saya satu-satunya, yang saat ini duduk di sekolah dasar,” katanya.
Seiring waktu berlalu, usaha Bunda Fabbio yang berada di Jalan Mustika XII No.175, Pengambiran Ampalu Nan XX, Padang, Nur Hayati merasa butuh menambah sejumlah perlatan untuk mempercepat kerjanya dalam membuat dendeng sayur.
Pada tahun 2014, keinginan Nur Hayati untuk membeli peralatan membuat dendengnya itu terwujud, melalui pinjaman modal usaha dari Tabur Puja Yayasan Damandiri yang ada di Posdaya Anggrek Putih di bawah naungan KSU Derami, yang tak berada jauh dari rumahnya. Uang Rp2 juta yang ia dapatkan dari Tabur Puja itu, dibelikan sebuah mesin untuk melumatkan bahan sayur menjadi dendeng.
“Dulu waktu pakai alat manual, agak sedikit repot dan butuh tenaga yang banyak untuk menumbuk sayur sehingga lumat. Berkat pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, saya bisa membeli mesin, dan pekerjaan saya jadi lebih cepat,” ujar Nur Hayati.
Ia menyebutkan, dendeng sayur sehat yang dibuat berbahankan dari jantung pisang dan daun singkong itu, paling laris dan dipesan ialah dendeng yang berbahankan jantung pisang, sementara singkong sepi peminat meski telah ditambah dengan teri.
Menurutnya, oleh-oleh yang dibuatnya itu tidak hanya laku di toko oleh-oleh saja, tetapi juga banyak mendapat pesanan dari acara pernikahan sebagai sambal, dan juga pemasanan yang datang dari luar Sumatera Barat yakni Pekanbaru, Riau.
“Alhamdulillah, usaha saya ini mampu membiayai kehidupan sehari-hari dan juga untuk biaya anak yang lagi sekolah. Ya, omzet per bulannya itu Rp8 juta hingga Rp14 juta,” jelasnya.
![]() |
| Dapur memasak dendeng sayur Nur Hayati |
Ke depan, Nur Hayati akan mencoba jenis sayur lainnya, untuk dijadikan dendeng, seperti jantung pisang dan daun singkong. Hal tersebut dilakukanmya, agar usaha oleh-oleh dendeng sayur sehat miliknya memiliki rasa baru, dan diharapkan peminat oleh-oleh Bunda Fabbio menjadi lebih banyak.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Muhammad Noli Hendra
Source: CendanaNews


