JUMAT, 14 APRIL 2017
LOMBOK — Burung endemik Celepok Rinjani yang tergolong terlangka di dunia, ditemukan di kawasan taman wisata Kerandangan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB).
![]() |
| l Wayan Suana |
“Selama dua tahun melakukan penelitian di taman wisata Kerandangan, sedikitnya kami menemukan 50 jenis spesies burung dan salah satu di antaranya merupakan burung Endemik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain di Indonesia. Bahkan di dunia dan hanya terdapat di Lombok. Namanya Celepok Rinjani,” kata Ketua Tim Peneliti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Khusus (MP3EI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Mataram, Dr. l Wayan Suana, Jumat (14/4/2017).
Ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan pariwisata di kawasan taman wisata Kerandangan. Selain memiliki obyek wisata air terjun juga memiliki wisata alam berbasis ekowisata.
Celepok Rinjani sendiri merupakan spesies burung dengan ukuran antara 21 sampai 28 centimeter yang pada awalnya disatukan sebagai Celepok Maluku. Tapi pada 2013 menjadi jenis terpisah dan endemik di Lombok.
“Selain suara berbeda, Celepok Rinjani memiliki dagu dan tenggorokan bergaris putih dan lebih coklat, alis lebih putih dengan pinggiran lebih cokelat. Bulu penutup telinga coklat kemerahan dengan kesan hijau kecoklatan,” kata Wayan.
Dijelaskannya, sementara bulu pada kepala atas cokelat dengan kesan kehijauan, punggung dan tunggir cokelat terang, dada kuning cokelat kemerahan, perut bercoret putih dan cokelat. Ekor bawah, putih berpalang cokelat dan cokelat kemerahan serta kaki ditutupi bulu cokelat kuning keputihan hingga pangkal jari
Menurut Wayan, Celepok Rinjani sangat umum dan mudah dijumpai ketika malam hari di taman wisata Kerandangan Lombok Barat, baik di kaki maupun punggung perbukitan. Biasanya terlihat pada bagian kawasan yang agak terbuka dengan tipikal pepohonan dengan percabangan atau ranting yang tidak rapat.
“Celepok Rinjani paling sering dan mudah terlihat pada daerah pinggiran kawasan, terutama yang berbatasan dengan lahan budidaya atau permukiman,” katanya.
![]() |
| Celepok Rinjani. |
Lebih lanjut, Wayan menambahkan, untuk kelestarian kawasan hutan, secara umum kondisi alam taman wisata alam Kerandangan, selama penelitian secara keseluruhan masih bagus dan dikelola dengan baik. Meski memang di beberapa titik ada penebangan pohon juga terkadang masih ditemukan perburuan oleh warga.
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Dokumentasi Fakultas MIPA Universitas Mataram
Source: CendanaNews

