SABTU, 1 APRIL 2017
PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Cobaan demi cobaan dialami sejumlah Asisten Kredit (AK) Koperasi Serba Usaha (KSU) Posdaya Dewantara Ranah Minang (Derami) Unit Tabur Puja di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), ketika pertama kali mengembangkan unit Tabur Puja di sejumlah kelurahan di Padang. Seperti halnya yang pernah dialami oleh AK KSU Derami, M. Hamdan Arsya, ketika pertama kali memperkenalkan Tabur Puja ke masyarakat di sejumlah kelurahan yang ada di Padang.
![]() |
| M. Hamdan Arsya |
Ia menjelaskan, awalnya, ia bersama karyawan KSU Derami lainnya mendatangi salah satu kelurahan yang ada di Padang. Ungkapan dari salah seorang lurah menyebutkan, tidak bisa menerima unit Tabur Puja di daerahnya, karena sudah ada lembaga pinjaman modal usaha lainnya. Bahkan ia menyatakan, Tabur Puja seperti anak tiri yang tidak akan diberi kesempatan untuk ada di daerahnya.
“Sakit hati saya soal sebutan anak tiri itu. Saya sudah tahu kalau sudah ada lembaga yang bergerak dalam memberikan pinjaman modal usaha itu. Tapi, ketika itu, saya bersama sahabat saya tidak mudah mundur, karena banyak masyarakat lain yang membutuhkan Tabur Puja,” ucapnya, Sabtu (1/4/2017).
Menurut Hamdan, dengan adanya ungkapan salah seorang dari pejabat pemerintahan kelurahan itu, membuat KSU Derami lebih terpacu untuk membantu masyarakat dalam hal modal usaha. Apalagi, peminjaman modal usaha yang diberikan unit Tabur Puja yang ada di setiap Posdaya, tidak meminta adanya jaminan seperti surat kendaraan bermotor, surat tanah, atau hal lain. Karena Tabur Puja merupakan lembaga sosial yang hadir untuk membantu masyarakat, bukan untuk menyusahkan masyarakat.
“Nasabah-nasabah di Posdaya itu dibina, dan kita jalin terus silaturahminya. Jadi dengan ini muncullah saling percaya hingga akhirnya sekarang sudah ada sekitar ribuan nasabah Tabur Puja di Padang ini,” tegasnya.
Menjalani tahun kelima adanya Tabur Puja di Padang, dengan adanya ribuan nasabah, telah membuktikan bahwa Tabur Puja bukan mencari pesaing dengan lembaga peminjaman modal usaha lainnya. Tapi, Tabur Puja hadir untuk memberikan solusi tanpa ada syarat bagi yang ingin memperbaiki ekonomi kehidupan melalui usaha tertentu.
M. Hamdan Arsya juga mengatakan, selama ini, Tabur Puja tidak pernah memaksa masyarakat untuk menjadi nasabah. Bahkan, keberadaan Tabur Puja disampaikan dari mulut ke mulut, dari masyarakat yang telah menjadi nasabah ke masyarakat lainnya. Hingga akhirnya, ramai masyarakat berdatangan ke Posdaya untuk mengajukan permohonan peminjaman modal usaha.
“Nah, untuk masyarakat yang mengajukan permohonan modal usaha, ada beberapa proses, pertama kelengkapan data dari calon nasabah. Setelah itu melakukan peninjauan ke lapangan dan selanjutnya wawancara. Prosesnya tidak lama, tergantung kondisinya saja. Kami tidak ingin mempersulit masyarakat, tapi memberikan kemudahan dan solusi,” ucap pria yang akrab disapa Aan ini.
Semenjak adanya Tabur Puja ini, usaha-usaha masyarakat mulai tumbuh. Mulai dari usaha pedagang kecil-kecilan, petani, peternakan, perikanan, kuliner, dan bahkan usaha wisata. Hal tersebut dikatakannya merupakan harapan dari Yayasan Damandiri untuk membantu masyarakat agar bisa meraih kehidupan yang lebih baik.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra