JUMAT, 14 APRIL 2017
CIAMIS — Puluhan warga di Blok Kubangcalingcing, Dusun Kertajaya, RT 25, RW 11, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beramai-ramai melakukan kegiatan kerja bakti memperbaiki tanggul Sungai Citalahab, yang jebol kurang lebih sepanjang 6 meter.
![]() |
| Warga perbaiki tanggul |
Salah seorang warga setempat, Hanif, ditemui Jumat (14/4/2017), mengatakan, perbaikan tanggul dilakukan untuk mengantipasi banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut, akibat meluapnya air Sungai Citalahab, yang mengalir dan melintas di wilayah Blok Kubangcalingcing, tersebut.
Menurut Hanif, tanggul Sungai Cilatahab yang ada di wilayah tersebut ada sekitar kurang lebih 5 titik, yang rawan dan sering jebol. Bahkan, beberapa bulan ke belakang di daerah ini sudah terjadi sekitar 3 kali tanggul Sungai Citalahab, jebol, dan mengakibatkan puluhan hektar sawah milik warga gagal panen.
Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, bahkan mengancam area persawahan warga seluas 30 hektare, sekitar 50 warga di Blok Kubangcalingcing, Dusun Kertajaya, RT 25, RW 11, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bergotong-royong memperbaiki tanggul Sungai Citalahab, sepanjang kurang lebih 6 meter, secara darurat menggunakan karung yang diisi tanah. Selain itu, tanggul juga diperkuat dengan penahan bambu.
Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi tanggul Sungai Citalahab, jebol kembali, mengingat intensitas hujan di wilayah Kabupaten Ciamis, masih tinggi. “Kami bergotong=royong melakukan penanganan darurat. Karung pasir ini didapat dari bantuan Pemerintah Desa,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Sukahurip, Turiman, S.Ag., menjelaskan untuk penanganan banjir dan tanggul jebol di sepanjang aliran Sungai Citalahab, di wilayah Desa Sukahurip, pihak Desa, bersama warga, fokus kepada perbaikan tanggung yang ambrol, secara darurat dengan menggunakan karung berisi pasir, diperkuat dengan bambu.
Pihak Desa, mendapatkan bantuan karung dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, untuk perbaikan tanggul tersebut. “Perbaikan darurat ini untuk mengantisipasi tanggul jebol saat air Sungai Citalahab meluap,” kata Turiman.
Selain penanganan darurat, pihak Desa juga sudah berkoordinasi dengan Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, untuk perbaikan secara permanen. Sehingga, ke depan kondisi tanggul Sungai Citalahab, akan lebih kuat.
Jurnalis: Baehaki Efendi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Baehaki Efendi
Source: CendanaNews
