Sholawat untuk Negeri, Jadi Ajang Silaturahmi Para Tokoh Nasional

MINGGU, 12 MARET 2017

JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mengatakan, Supersemar adalah peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia yang menandai peralihan zaman yang sangat krusial, ketika Partai Komunis Indonesia (PKI) dibubarkan.

Anies Baswedan, Sandiago Uno, Hidayat Nur Wahid dan Fadli Zon saat menghadiri peringatan 51 Tahun Supersemar di Masjid At-Tin.

Fadli Zon mengungkapkan hal itu, saat ditemui di sela gelaran acara Dzikir dan Sholawat untuk Negeri, memperingati 51 Tahun Supersemar di Masjid At-Tin, Komplek Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Fadli juga mengatakan, acara tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi, karena rakyat semua hadir menjadi satu dengan tokoh-tokoh nasional dan ulama.

Seperti diketahui, dalam perhelatan akbar peringatan 51 tahun Supersemar itu, hadir sejumlah tokoh, antara lain, Prabowo Subianto, Akbar Tandjung, Subiakto Tjakrawerdaja, Habib Rizieq Shihab dan banyak lagi. Bahkan, juga salah-satu Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiago Uno, turut hadir dalam acara tersebut. Demikian pula Djarot Saiful Hidayat, calon Wakil Gubernur DKI yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Fadli, acara tersebut tidak bisa dikatakan sebagai sebuah kampanye. Bahkan ketika salah-satu tausyiah salah seorang ulama di dalam Masjid dinilai media agak menyudutkan salah-satu paslon, Fadli menampik penilaian tersebut dengan menegaskan, bahwa acara Dzikir dan Sholawat ini murni acara silaturahmi untuk mendoakan bangsa dan negara ini bersama-sama.

“Jika memang menurut penilaian kalian, ada kata-kata yang condong kepada salah-satu paslon, menurut saya wajar saja, karena para hadirin rata-rata memiliki ikatan emosional dengan paslon yang kebetulan hadir malam hari ini,” imbuhnya.

Sebelum berlangsungnya acara, sempat terjadi insiden penolakan oleh sebagian hadirin di luar Masjid atas kedatangan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta petahana, Djarot Saiful Hidayat, untuk memenuhi undangan panitia. Namun demikian, Djarot pada akhirnya tetap dibolehkan masuk, kendati tak sampai acara selesai memutuskan untuk meninggalkan acara. Demikian pula dengan Prabowo Subianto, yang beranjak meninggalkan tempat acara kurang lebih satu jam setelah kepergian Djarot Saiful Hidayat.

“Tak ada masalah apa-apa, buktinya Pak Djarot masuk. Dan, jika memang beliau pulang lebih dahulu, bukan berarti pertanda atau mengindikasikan sesuatu. Hanya pulang lebih cepat, itu saja,” lanjut Fadli Zon.

Fadli menegaskan, kepergian Prabowo Subianto yang lebih awal karena ada urusan pribadi. Tidak ada kaitan maupun hubungannya antara insiden Djarot Saiful Hidayat di luar Masjid At-Tin dengan kepulangannya yang lebih cepat. Sementara itu, Fadli Zon juga menyampaikan penghargaan tertinggi kepada umat Islam yang sudah datang. Menurutnya, dengan datang dan ikut memperingati hari lahirnya Supersemar, Itu menunjukkan umat Islam peduli terhadap situasi dan keadaan bangsa sekarang.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...