SABTU, 25 MARET 2017
BANJAR — Kehidupan keluarga Memed (76) bersama istrinya, Jumiarsih (52), warga Dusun Margaluyu, RT 01 RW 07, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, sangat miskin dan butuh uluran tangan dari orang lain.
| Pasangan Memed dan Jumiarsih |
Lebih memprihatinkan lagi, Memed, mengalami penyakit struk dan hernia sejak setahun lalu, sehingga tidak bisa berjalan. Sedangkan istrinya, Jumiarsih, mengalami kebutaan sejak tiga tahun lalu. Yeyet (41), salah satu anak dari pasangan Memed dan Jumiarsih, menuturkan, kedua orangtuanya itu sudah cukup lama mengalami sakit. Karena keterbatasan biaya, mereka hanya berobat ala kadarnya dan dirawat di rumah. “Karena keterbatasan biaya, tidak pernah kami bawa berobat atau periksa ke dokter, karena ekonomi kami tidak mampu,” tutur Yeyet.
Yeyet sangat mengharapkan kedua orangtuanya bisa ditangani Pemerintah Kota Banjar secepatnya, dan keluarganya bisa memeroleh jaminan kesehatan dari Pemerintah melalui program BPJS dan program lainya. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja susah. Saya bekerja tidak menentu. Kadang-kadang membantu suami buruh serabutan, jelas itu semua tidak cukup untuk menghidupi keluarga,” ujar Yeyet.
Yeyet pun sangat berharap, Pemerintah Kota Banjar mau membantu meringankan bebannya, sesuai program pemerintah yang sudah ada untuk orang yang benar-benar tidak mampu dan sakit-sakitan seperti kedua orangtuanya.
Jurnalis: Baehaki Efendi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Baehaki Efendi