JUMAT, 17 MARET 2017
LARANTUKA — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Flores Timur (Flotim) dalam rapat plenonya menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Anton Hadjon dan Agus Boli dari paket Bereun menjadi pemenang Pilkada Flotim dengan memperoleh suara terbanyak 32.947 suara mengungguli pasangan Anton Doni Dihen dan Theodours Wungebelen dari paket Antero dengan perolehan suara sebanyak 29.800 suara.
| Anton Hadjon bersama pendukungnya yang mengalamai kecelakaan saat kampanye. |
Ernesta Katana, Ketua KPUD Flotim mengatakan, KPUD Flotim mendasarkan pada sejumlah regulasi baik UU No 10 maupun peraturan KPU yang menetapkan, pasangan calon terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Flotim tahun 2017 sebagaimana ketentuan PKPU No 147. Menyatakan bahwa pasangan calon yang ditetapkan adalah pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak.
“Hasil rapat pleno ini diserahkan ke DPRD Flotim, Jumat (17/3/2017) agar dijadwalkan untuk dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Flotim terpilih dalam Pilkada 2017,” ujar Erni, sapaan ketua KPUD Flotim.
Usai pemungutan suara, Rabu (15/2/2017), paket Bereun yang mengusung Antonius Hubertus Gege Hadjon sebagai bupati dan Agustinus Payong Boli sebagai wakil bupati langsung menggelar konferensi pers di rumah pemenangan paket ini di Lebao pukul 20.00 WITA.
Di hadapan awak media dan para pendukungnya, Anton, sapaan calon bupati ini, mengatakan, berdasarkan hasil perhitungan suara yang dikirim para saksi melalui pesan pendek, pihaknya menempati peringkat pertama dengan selisih sekitar 2 ribu suara dari paket Antero yang menempati peringkat kedua.
Mantan wakil ketua DPRD Flotim ini mengucapkan terima kasih kepada para pendukung, tim sukses, dan masyarakat Flotim yang sudah memberikan dukungan dan bekerja keras memenangkannya.
“Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada keluaraga, Tuhan, Lera Wulan Tana Ekan dan leluhur yang sudah merestui saya menjadi pemimpin di Flotim dan saya akan melaksanakan amanah dengan bekerja membangun daerah ini menjadi lebih baik,” ujarnya.
Usai konferensi pers, Anton bergegas menuju ke rumah adat Waibalun, daerah asalnya yang dinamakan Lango Belen. Di rumah adat ini, dirinya khusyuk melantunkan ucapan terima kasih terhadap para leluhur dan Lera Wulan Tana Ekan, sang pencipta langit dan bumi yang sudah merestui langkahnya menjadi orang nomor satu di kabupaten di ujung timur Pulau Flores.
Membangun Kebersamaan
Saat disambangi Cendana News di kediamannya, Kamis (16/3/2017) Anton mengakui, kemenangan paketnya berkat kerja keras yang terukur dan semangat kebersamaan, gotong royong. Sesuai pilihan nama paketnya Bereun yang berarti sebagai saudara, berjuang bersama, semua pendukungnya bersemangat bekerja tanpa mengharapkan imbalan. Bahkan, kata Anton, saat berkampanye di pelosok desa, salah seorang anggota tim yang ikut di dalam rombongan mereka mengalami kecelakaan dan terjatuh di jurang.
“Dia mengalami keseleo di tangan tapi untung tidak parah meski jurangnya sedalam tujuh meter,” tutur Anton seraya merangkul pendukung tersebut yang datang mengucapkan selamat saat sedang diawawancarai.
Semangat gotong royong ini juga, lanjut ketua DPC PDIP Flotim ini, dibuatkan lagu yang menginspirasi paketnya meraih kemenangan. Bunyinya: mari bersama gotong royong, berjuang untuk menang, Bereun untuk menang.
“Sedari awal saya mengalami semangat persaudaraan ini, Bereun dan gotong royong yang membuat saya bersemangat berjuang meraih kemenangan, semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Kita semua calon punya pilihan politik berbeda, tapi punya satu tujuan. Visi-misi lima paslon lain itu baik dan saya akan mempelajari visi-misi mereka agar bisa mengadopsi yang baik demi kemajuan Flotim,” tegasnya.
Restu Leluhur
Anton pun menceritakan suka-duka perjangan sedari awal mencari pasangan calon hingga koalisi partai pengusung yang akan mendampinginya. Sebab partai Banteng Moncong Putih yang dipimpinnya hanya bermodalkan 4 kursi dan masih harus mencari 2 kursi dukungan lagi agar bisa maju dalam Pilkada.
Mantan wartawan koran harian ini pun sempat berdoa di kuburan leluhur. Malamnya, dia bermimpi mendapat bendera partai Gerindra dan memimpin. Ini menjadi nyata, saat dirinya ditelepon Pius Lustrilanang, anggota DPR Gerindra yang mengabarkan akan mendukung paketnya sehingga dirinya memilih Agustinus Payong Boli, anggota DPRD Flotim asal Gerindra, sebagai wakilnya.
Di atas kuburan nenek moyang itulah, Anton merasakan kuatnya dukungan dan kehadiran leluhurnya yang selalu mendukung perjuangannya. Sebagai orang Lamaholot, ia meyakini penyertaan leluhur dan Lera Wulan Tana Ekan sangat penting, memiliki makna sendiri.
“Lera Wulan itu Tuhan dan Tana Ekan itu Nagi Tana. Keduanya selalu menyertai saya dalam setiap proses Pilkada hingga membuat saya yakin untuk berjuang dan menang,” jelasnya.
Penyertaan dan restu Tuhan juga dirasakan Anton selama kampanye. Dirinya selalu berdoa dan terbukti saat dirinya kampanye ke desa-desa hujan pun tidak turun meski cuaca buruk sedang melanda Flotim. Dirinya selalu datang ke rumah adat di setiap kampung yang disambangi.
“Saya selalu melantunkan doa dan permohonan kepada Tuhan, begitu juga istri saya, yang juga kuat berdoa dan selalu setia mendampingi saya selama kampanye, “ terangnya.
Usai dilantik, Anton berjanji akan segera memperbaiki segala infrastruktur yang rusak akibat bencana angin kencang yang melanda Flotim. Dirinya mengaku, saat kampanye di Wulanggitang, mobilnya sempat melewati sebuah pohon yang tumbang sehingga kendaraan rombongan yang di belakangnya harus tertahan sebentar.
“Kami saat itu jalan ke kampung. Meski cuaca buruk sambil membawa sebuah gergaji mesin sehingga pepohonan yang tumbang di jalan bisa kami potong agar kendaraaan bisa lewat,” paparnya.
| Anton Hadjon bersama ketua koalisi partai Rofin Kabelen. |
Mengalami sendiri kejadian dan situasi saat bencana, membuat dirinya di awal tugas akan membenahi manajemen bencana dan melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap bencana sehingga tidak ada korban jiwa bila bencana kembali datang menghampiri.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary