JUMAT 17 MARET 2017
MAUMERE — Memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke-43, PPNI Kabupaten Sikka bertekad meningkatkan kesadaran dan semangat juang perawat dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai bagian dari tenaga kesehatan.
![]() |
| Perawat dan pejabat di Sikka sedang melakukan kegiatan cuci tangan 6 langkah usai apel. |
Demikian disampaikan Ketua Panitia HUT PPNI Ke-43 Tingkat Kabupaten Sikka Martinus Hartadi saat apel peringatan di lapangan Kota Baru Maumere, Jumat, (17/3/2017) pagi.
Sebagai bagian dari tenaga kesehatan, perawat mempunyai peran strategis dan merupakan garda terdepan dalam upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di masyarakat. “Bentuk dukungan dan keterlibatan perawat ini secara langsung mendukung upaya pemerintah dalam Gerakan Masyarakat Sehat atau Germas,” ujarnya.
Semarak peringatan HUT PPNI kali ini beber Martinus, adalah gerakan cuci tangan enam langkah oleh 1.500 orang peserta apel. Gerakan ini salah satu upaya promotif “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat” (STBM), Pilar Pertama dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.
Momentum peringatan HUT PPNI tingkat Kabupaten Sikka tahun ini hendaknya dapat meningkatkan semangat pengabdian dan melayani bagi perawat. Peringatan ini juga momentum mempererat kerja sama antar sesama perawat, antara perawat dan tenaga kesehatan lainnya, serta terjalin koordinasi dan kemitraan dengan pihak-pihak terkait dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain melaksanakan apel peringatan, PPNI Sikka melakukan talkshow di radio Suara Sikka pada Kamis (16/32017).
Kasus Malaria Turun
Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera dalam sambutannya mengatakan, perilaku hidup tidak sehat dan masalah sanitasi lingkungan merupakan masalah-masalah yang dapat ditindalanjuti dengan meningkatkan upaya preventif dan promotif.
Program pemerintah yaitu Germas merupakan salah satu upaya pembangunan yang perlu didukung semua pihak, sebab dengan pencanangan Germas mendorong kita semua untuk meningkatkan perilaku hidup sehat yang melibatkan seluruh komponen bangsa.
“Saat ini pemerintah memfokuskan agar setiap warga meningkatkan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, konusmsi buah dan sayur serta memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali,” terangnya.
Bupati Ansar juga menyampaikan terima kasih kepada pemerhati kesehatan dan masyarakat yang sudah menunjukan dukungan dan komitmen dalam menurunkan angka kesakitan malaria di Kabupaten Sikka.
“Kita mendapatkan penghargaan dari Kementrian Kesehatan sebagai kabupaten yang sudah berupaya dan komitmen menurunkan kasus malaria lebih dari 75 persen dari 2014 sampai 2016 ,” ungkapnya.
Pada 2013 papar Ansar, Annual Parasite Incidence (API) di Kabupaten Sikka sebesar 27,4, turun pada 2014 menjadi 10,3. Kemudian pada 2015 insiden menurun menjadi 2.3, serta kembali turun menjadi 1,3 pada 2016.
Bupati mengakui masih banyak permasalahan kesehatan yang masih membutuhkan kerja sama dan kerja keras semua pihak agar dapat mewujudkan masyarakat Sikka yang lebih sehat seperti masalah kematian ibu dan bayi, HIV dan AIDS, TBC, demam berdarah dan penyakit tidak menular lainnya seperti jantung koroner, stroke, hipertensi dan lainnya.
![]() |
| Pelajar sekolah perawat yang hadir saat apel peringatan hari perawat di lapangan Kota Baru Maumere. |
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
