PMKRI Maumere Ajak IMCS Kenali Pariwisata Sikka

KAMIS, 9 MARET 2017

MAUMERE — Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Maumere St.Thomas Morus akan mendesain kegiatan kunjungan Gerakan Mahasiswa Katolik Internasioanl atau International Movement Catholic Student (IMCS) di Maumere dengan kegiatan yang memperkenalkan pariwisata di Sikka.

Ketua PMKRI Cabang Maumere St.Thomas Morus Martinus Laga Muli.

PMKRI Maumere juga akan memperkenalkan adat dan budaya Sikka kepada para peserta dan juga berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki untuk memperkaya pengetahuan yang dimiliki kedua belah pihak.

Kepada Cendana News, Kamis (9/3/2017),  Martinus Laga Muli, Ketua Presidium PMKRI cabang Maumere St.Thomas Morus, mengatakan, dalam rapat koordinasi dengan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI St.Thomas Aquinas, Angelo Wake Kako di Maumere Rabu (8/3/2017)  meminta kepada PMKRI Cabang Maumere untuk menjadi salah satu tuan rumah menyambut kedatangan para tamu IMCS yang akan mengadakan kegiatan Social Immersion di Maumere dan Ende.

Dalam kunjungan ke Flores, papar Martinus, ada 3 kegiatan yang akan dilakukan yakni pemberdayaan air minum dengan memberikan sumbangan pipa air, menggelar workshop human traffcking serta untuk kabupaten Ende dilaksanakan pembangun fasilitas pendidikan yaitu gedung sekolah.

“Manfaat langsung kegiatan ini lebih kepada masyarakat Sikka sementara PMKRI Maumere hanya menangkap momen yang ditawarkan oleh presiden IMCS agar bisa menjadi ajang berbagi ilmu dan pengetahuan,” ungkapnya.

Martinus menambahkan, PMKRI Cabang Maumere siap menerima 60 mahasiswa International Movement Catholic Student  dari 45 negara tersebut yang akan mengunjungi Maumere pada tanggal 7 sampai 17 Juli 2017 mendatang.

Kegiatan ini, lanjutnya, dikatakan sangat penting oleh karena itu PMKRI Cabang Maumere diharapkan bisa berkoordinasi dan bekerjasama untuk menyukseskan kegiatan ini.

 “Kami merasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada PMKRI Cabang Maumere sebagai salah satu panitia pelaksana sekaligus tuan rumah kedatangan para tamu dari 45 negara tersebut,’ tuturnya.

Oleh karena itu, tambah Martinus, untuk menyambut kedatangan para tamu ini, pihaknya akan berusaha berkoordinasi dengan semua elemen terkait terutama gereja, pemerintah, para tokoh lintas agama, lembaga pendidikan tinggi, dan ormas-ormas yang ada di Kabupaten Sikka.

Selain itu, lanjutnya, Maumere juga akan menjadi target penerima bantuan dari IMCS dan menjadi tuan rumah pelaksanaan workshop human trafficking sehingga PMKRI Cabang Maumere akan berupaya mencari tempat yang layak menerima bantuan sosial tersebut.

“Dalam kegiatan ini, para mahasiswa yang datang direncanakan akan menginap di rumah warga. Ini merupakan salah satu bagian untuk mengenal masyarakat Sikka secara dekat, maka hal yang paling penting adalah persiapan, kerjasama dan partisipasi masyarakat Sikka dalam mensukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Terkait kegiatan ini, salah satu mahasiswa dan tokoh muda Kabupaten Sikka, Markus Mada, merasa senang dengan kegiatan ini dan bisa menambah wawasan, pengetahuan serta  bisa berbagai informasi dan saling mengenal satu sama lain.

Pengurus PMKRI saat beraudiensi dengan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera.

“Saya merasa senang dan sangat bangga karena Sikka semakin tenar baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai generasi muda Nian Sikka, saya sangat mendukung perjuangan PMKRI. Saya berharap para mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan ini,” pintanya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...