KAMIS, 16 MARET 2017
JAYAPURA — Pembangunan jembatan lingkar Ring Road Hamadi-Skyline Jayapura terkendala pembebasan lahan. Hal tersebut menjadi penyebab utama belum tersesaikannya pembangunan jalan sejak tahun 2010 hingga saat ini.
| Seorang warga melihat pembangunan jalan Ring Road Jayapura |
“Proyek kita ada dipalang di dua lokasi oleh suku fam Afaar. Ada yang bilang sudah bebas, tapi dari pihak pemilik belum,” kata Kepala Proyek Ring Road dari PT. Modern Hardyanto kepada media di Jayapura, Kamis (16/03/2017).
Dikatakan Hardyanto, pembangunan itu terhambat tak hanya dari pemalangan yang ada, melainkan kurangnya anggaran. Tapi paling pokok, permasalahan hak ulayat yang masih menjadi rintangan bagi pelaksana pembangunan infrastruktur di Papua.
“Kami siap saja, mudah-mudahan tanahnya bebas. Kami susah di non teknis. non teknis bisa makan waktu satu bulan, dua bulan bahkan lebih. Kendala cuma di situ kemarin ada palang itu saja yang susah,” tuturnya.
Untuk pengerjaannya sendiri, ia mengaku dapat menyelesaikan dengan cepat, secara teknis pihaknya memiliki pengalaman di bidang tersebut. Dan untuk lokasi yang tengah dibangun akibat terkena longsor, pihaknya telah membangun tanggul penahan longsor di kedua sisi jalan.
“Lokasi yang longsor akan kami bersihkan saja dan di atas kami pasang bronjong,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya mengaku pekerjaan jalan tersebut terus berjalan dengan target tahun ini dapat selesai. Tahun ini disuntik anggaran Rp87 miliar, tapi menurutnya belum tuntas dan diperlukan dana tambahan.
“Agar tuntas kita harus kucurkan dana 50 hingga 60 miliar dari APBD Perubahan. Untuk dapatkan dana tambahan itu harus ada persetujuan dari rakyat, tentunya melalui DPR Papua. Sehingga kita bisa tuntaskan pekerjaan Ring Road,” kata Djuli saat melihat langsung pengerjaan jalan tersebut, Selasa (14/3/2017) kemarin.
| Kadis PU Papua Djuli Mambaya (kanan) saat berada dilokasi proyek Ring Road yang tengah dipalang gunakan kayu dan bambu |
Menurutnya pekerjaan Ring Road, jalan melingkar dari Hamadi menuju Skyline, Abepura itu tak dapat tuntas, apabila pemerintah daerah tak mengucurkan dana tambahan. Sedangkan teknis pelaksanaannya, kata Djuli dilakukan dari dua arah Hamadi-Skyline dan sebaliknya.
“Untuk teknisnya dilakukan dua arah. Supaya pekerjaan itu dapat tepat waktu. Kalau satu arah, pekerjaan bertumpuk dan lama penyelesaiannya,” kata Mantan Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Papua itu.
Sekedar diketahui, proyek jalan melingkar Ring Road Hamadi-Skyline Jayapura tersebut memiliki panjang 3,5 kilometer, dan mulai dikerjakan sejak tahun 2010 lalu hingga saat ini masih belum terselesaikan.
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta