LAMPUNG — Bepergian dengan menggunakan moda transportasi kapal laut di Lintasan Selat Sunda merupakan salah satu cara untuk mencapai Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya. Kapal kapal roll on roll off (Roro) yang melayani lintasan Selat Sunda penghubung Pulau Jawa dan Pulau Sumatera dalam sehari mencapai 27 kapal melayani pengguna jasa pelayaran baik penumpang menggunakan kendaraan maupun penumpang pejalan kaki.
![]() |
| Pramugari KMP Jagantara di Selat Sunda yang memberi layanan kepada penumpang kapal. |
Semboyan melayani oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) “We Serve The Nation” tersebut terlihat dari berbagai jenis pelayanan yang diberikan oleh PT ASDP dalam melayani semua pengguna jasa pelayaran. Walaupun sebagian merupakan kapal kapal swasta namun pelayanan yang diberikan menjadi kebutuhan para pelanggan atau konsumen yang akan menyeberang dengan moda transportasi kapal.
![]() |
| KMP Jagantara. |
“Sebagai konsumen dari berbagai usia dan sikap kami harus bisa memberi layanan yang terbaik bahkan melayani komplain atau kritikan terkait pelayanan yang kami berikan di atas kapal termasuk fasilitas yang diinginkan oleh penumpang sesuai kebutuhan di antaranya lesehan untuk tidur atau kursi duduk yang nyaman, ” terang Olla yang ditemui Cendana News di Bakauheni,Rabu sore (15/3/2017)
Olla mengungkapkan tugas pramugari kapal selain memberi pelayanan terhadap kebutuhan penumpang, juga memberi contoh tata cara penggunaan alat alat keselamatan kapal yang merupakan syarat wajib sebagai seorang pramugari. Tata cara penggunaan pelampung, penggunaan sarana komunikasi serta hal hal berkaitan dengan kebutuhan penumpang tetap harus dikuasai termasuk saat kejadian tak diinginkan terjadi pada penumpang kapal laut diantaranya sakit atau bagi penumpang ibu rumah tangga muda yang harus menyusui.
Dia bertugas dalam dua shift bersama Indri (20) kawan sesama pramugari mengaku bertugas perdua trip sehingga saat bersandar di pelabuhan Merak atau Bakauheni dan sebaliknya dia akan digantikan pramugari lain yang menggantikan tugasnya.
Olla mengungkapkan pekerjaan sebagai pramugari tak selalu menyenangkan bahkan terkadang dengan risiko saat masa puncak liburan ia tak pernah behenti untuk melayani kebutuhan penumpang kapal yang jumlahnya bisa tiga kali lipat dibanding hari biasa. Proses tersebut dijalaninya selama dua tahun dan dengan pekerjaan yang bervariasi,bertemu dengan banyak orang dan mendapat banyak kenalan membuatnya nyaman bekerja sebagai seorang pramugari.
Namun bukan berarti ia bekerja tanpa mendapat godaan,selalu berpenampilan menarik bahkan membuat dirinya kerap digoda oleh penumpang atau konsumen kapal laut yang meminta nomor telepon dan bahkan meminta untuk bertemu kembali di darat setelah selesai bertugas. Berbagai persoalan dan juga godaan yang dialaminya selama dua tahun tersebut sekaligus memberinya pelajaran untuk memperlakukan konsumen dengan penuh perhatian dan kesungguhan secara profesional.
Pelayanan terhadap konsumen ungkap Olla Desty menjadi gambaran sebuah kapal sehingga ia harus menjaga sikap dan juga pelayanan prima kepada semua konsumen tanpa membeda bedakan. Bahkan saat harus menerima cacian atau makian dari konsumen, ia tetap harus ramah dan tersenyum.
“Jika konsumen nyaman dengan pelayanan kapal kita maka jika akan menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa akan membuat mereka kembali memilih kapal kita” terang Olla Desty.
Tugas seorang pramugari kapal menurut Hasan, Kepala Cabang PT Jemla sebagai pemilik KMP Jagantara merupakan bagian dari upaya untuk memberi pelayanan kepada penumpang kapal. Hasan menyebut pramugari disediakan oleh pihak rekanan penyedia pramugari. Sementarapemilik kapal hanya menginginkan pelayanan kepada penumpang kapal selaku konsumen benar benar bisa dilakukan dengan maksimal.
“Mengelola ruangan agar tetap nyaman dan bersih dan memberi informasi kebutuhan penumpang menjadi tugas pramugari dan kami serahkan ke pihak rekanan agar pelayanan berjalan dengan baik sepanjang pelayaran,” ungkap Hasan melalui telepon seluler.
Penanggungjawab dari CV Bersaudara sebagai penyedia pramugari, Ucak (40) mengungkapkan dalam satu trip kapal atau satu kali perjalanan kapal ada dua pramugari yang bertugas demikian seterusnya mengikuti jadwal. Saat kapal menjalani proses docking atau perbaikan maka pekerjaan pramugari sementara diistirahatkan bahkan sementara bisa libur.
Sebelum merekrut para pramugari tersebut pelatihan untuk melayani konsumen dan menghadapi penumpang dengan berbagai karakter dilakukan beberapa bulan sebelum para pramugari bertugas.
“Kami selalu tekankan bahwa hak hak konsumen yang adalah penumpang kapal termasuk keselamatan penumpang adalah utama sehingga pramugari harus benar benar menjalankan tugas dengan baik,” ungkap Ucak.
Tugas berat melayani konsumen tersebut ungkap Ucak sebanding dengan gaji bernilai jutaan yang diterima para pramugari dan pelayanan maksimal kepada konsumen sekaligus “citra” agar pelanggan atau konsumen bisa kembali naik di kapal yang memiliki pramugari. Dia menyebut dari puluhan kapal di Selat Sunda hanya ada beberapa kapal yang memiliki pramugari.
Keberadaan pramugari bisa menjadi nilai lebih sebuah kapal sekaligus berbagai fasilitas yang disiapkan kapal. Meski demikian kunci pelayanan terhadap konsumen menjadi prioritas melalui senyum ramah dan tangan cekatan para pramugari kapal dalam melayani konsumen kapal roll on roll off di lintasan Selat Sunda.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
