SEMARANG — Walaupun baru berusia sepuluh bulan, tetapi penggunaan Kredit Mitra Jateng (KMJ) sanggup membuat aset pedagang naik hingga 25 persen, omset naik 17,5 persen dan penyerapan tenaga kerja 23,5 persen. Riset yang dilakukan Undip menyatakan bahwa diluncurkannya KMJ mampu mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Menanggapi hal tersebut Dirut Utama Bank Jateng Supriyatno, inovasi merupakan kunci untuk terus meningkatkan produk Bank milik.Pemprov tersebut.
![]() |
| Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo serta Heru Sudjatmiko bersama Dirut Bank Jateng, Supriyatno saat acara re-Launching Kredit Mitra Jateng. |
Setelah sukses meluncurkan KMJ, rencananya Bank Jateng juga akan kembali akan mengeluarkan produk Kredit Mikro Dini (KMD) bagi pengusaha kecil. Dalam program KMD, pelaku bisnis akan lebih diberi kemudahan saat mengajukan pinjaman, maksimal peminjaman satu juta dengan pengembalian satu tahun, bunganya pun sangat rendah yaitu tiga persen tanpa agunan.
Berbagai inovasi yang dilakukan Bank Jateng untuk meebantu rakyat mendapat penghargaan dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Menurut politisi PDIP tersebut kebiasaan rentenir yang senang mengiming-imingi pedagang dengan pemberian modal tetapi dengan bunga yang mencekik. Itu sama saja dengan mematikan kreativitas rakyat. Oleh karena itu dirinya berharap Bank Jateng untuk bisa terus mengawal penyaluran KMD agar tepat sasaran.
“Kita harus berpikir bagaimana mengentaskan rakyat kecil agar tidak terlilit rentenir. Padahal mereka hanya membutuhkan Rp500 ribu sampai Rp1 juta,” terang orang nomor satu di Jateng tersebut.
Untuk Bank Jateng, Ganjar menginstruksikan agar seluruh cabangnya membuka komunikasi seluas-luasnya dan melakukan jemput bola kepada masyarakat. Sehingga, program kredit murah dari Bank Jateng bisa tersosialisasikan dengan baik.
Jurnalis: Khusnul Imanuddin/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Khusul Imanuddin