Kalimantan Selatan Cemas UNBK Terancam Pasokan Setrum

KAMIS, 30 MARET 2017

BANJARBARU — Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan, M. Yusuf Effendi, mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kalimantan Selatan masih dibayangi defisit setrum dan sinyal internet. Berkaca dari evaluasi UNBK tahun 2016, Yusuf cemas pelaksanaan UNBK tahun ini kembali diganggu teknis jaringan internet dan melemahnya pasokan listrik.

M. Yusuf Effendi (tengah) saat konferensi pers persiapan UNBK.

Maklum, beberapa sekolah sempat kesulitan mengakses soal ujian karena terbentur kendala teknis saat hari pertama UNBK tahun 2016. Padahal, kata Yusuf, satuan pendidikan yang akan menggelar UNBK 2017 sebanyak 392 sekolah se-Kalimantan Selatan. “Naik 500 persen lebih dibandingkan tahun 2016 yang hanya 72 sekolah,” ujar Yusuf Effendi di kantor Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan, Rabu (29/3/2017).

Yusuf berharap, PT PLN Kalselteng dan PT Telkom menjamin kehandalan pasokan listrik dan sinyal ketika pelaksaan UNBK di Kalimantan Selatan. Yusuf merinci, satuan pendidikan yang menggelar UNBK 2017 terdiri atas SMA sebanyak 90, SMK sebanyak 118, dan Madrasah Aliyah sebanyak 36 sekolah. Kemudian satuan pendidikan SMP sebanyak 127 dan Madrasah Tsanawiyah sebanyak 21 sekolah.

“Dari 392 sekolah pelaksana UNBK, 240 sekolah secara mandiri sebagai penyelenggara UNBK, dan 152 sekolah lainnya merangkai ke sekolah penyelenggara,” demikian Yusuf berujar. Menurut Yusuf, 152 sekolah itu terkendala sarana komputer, akses internet, dan ketidakpastian pasokan setrum. Itu sebabnya, Yusuf mempersilakan para siswa bergabung ke sekolah penyelenggara yang umumnya terletak di wilayah pusat kota.

Pelaksanaan UNBK sendiri, SMK pada 3-6 April 2017, UNBK SMA/ MA pada 10-13 April 2017, dan UNBK setingkat SMP/Mts pada 2,3,4, dan 8 Mei 2017.

Yusuf mengatakan, Kalimantan Selatan punya karakteristik daerah pegunungan, kepulauan, dan dataran rendah. “Misalnya di Loksado (daerah Pegunungan Meratus) dan Kotabaru (daerah kepulauan) itu harus merangkai ke sekolah yang sekiranya pasokan listriknya aman dan sinyalnya kuat. Berapa siswa yang merangkai juga tergantung kemampuan sekolah penyelenggara,” kata Yusuf Effendi.

Menurut Yusuf, PLN sebelumnya pernah menjanjikan tidak ada pemadaman selama UNBK di Kalimantan Selatan. Tapi, Yusuf belum tahu detail seperti apa teknis PLN menjaga kehandalan pasokan listrik di tengah UNBK 2017. Pihaknya ingin memastikan kembali langkah konkret PLN menjamin pasokan setrum.

“Tahun lalu kan yang ikut UNBK cuma 72 sekolah, jadi mudah saja menyiapkan genset,” kata Yusuf seraya menambahkan wali murid dan para siswa tidak perlu cemas atas hasil ujian nasional karena bukan penentu kelulusan siswa. “Lulus atau tidak ditentukan rapat dewan guru dengan memperhatikan hasil siswa di sekolah,” tegasnya.

Yusuf mengimbau peserta ujian tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran dan integritas. Menurut Yusuf, nilai ujian memang penting, tapi jauh lebih utama menanamkan kejujuran siswa saat mengikuti ujian nasional. Di luar UNBK, sekolah yang menggelar ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) sebanyak 1.039 sekolah.

“Semua peserta baik UNBK dan UNKP sebanyak 118.655 siswa dengan jumlah sekolah 1.431,” pungkas Yusuf.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi/ Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...