SABTU, 4 MARET 2017
MAUMERE — Sekitar 130 rumah yang dibangun pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka di pulau Kojagete atau pulau Besar di desa Kojagete kecamatan Alok Timur tidak ditempati pengungsi.
| Lokasi perumahan relokasi warga Palue saat awal pembangunan |
Hanya ada 18 rumah saja yang ditempati pengungsi asal Palue yang direlokasi ke pulau ini akibat meletusnya gunung api Rokatenda di Pulau Palue Agustus 2014 sehingga bangunan rumah lainnya terlantar dan halaman rumah pun sudah dipenuhi rerumputan.
Demikian disampaikan Suhud, kepala desa Kojagete kecamatan AlokTimur usai berdialog bersama bupati dan para pejabat di kabupaten Sikka, Sabtu (4/3/2017).
Saat dialog Suhud meminta agar rumah-rumah tersebut ditempati warga desa lainnya daripada dibiarkan terlantar dan rusak, padahal dibangun dengan dana miliaran rupiah yang berasal dari pemerintah pusat.
Ditambahkan Suhud, rumah di lokasi relokasi sangat layak dan dilengkapi dengan pipa air bersih di setiap rumah serta sarana MCK yang memadai namun soal status tanah dan kepemilikannya tidak jelas.
“Kalau yang bertahan disana mereka bekerja sebagai petani sementara yang kembali, sebelum pergi mereka datang meminta surat ke kami dan mengatakan mereka akan pindah dan kembali menetap di pulau Palue,” terangnya.
![]() |
| Suhud, kepala desa Kojagete kecamatan Alok Timur |
Suhud pun pernah meminta agar warga Palue yang menempati rumah yang ada membersihkan lokasi relokasi dan pekarangan rumah lainnya namun mereka tidak mau dan hanya membersihkan di pekarangan rumah mereka saja.
Sementara itu Bupati Sikka saat menjawab usulan ini mengatakan, pemerintah kabupaten Sikka juga telah berkonsultasi dengan BNPB dan dikatakan, jangan ditempati oleh warga lain sebab saat ada kejadian gunung Rokatenda meletus lagi, warga Palue akan ditempatkan disana.
“Kami sudah minta kepada BNPB agar rumah tersebut bisa diberikan kepada warga lainnya namun mereka tidak mau dan menyuruh agar dibiarkan saja begitu, supaya nanti bisa dipakai untuk relokasi kalau gunungnya meletus lagi,” sebut Ansar.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
