PADANG — Gaji triwulan yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kepada 12.000 lebih guru honorer akan segera cair. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Burhanasman, mengatakan, sudah diserahkan ke kas sekolah, sementara untuk penyalurannya diserahkan langsung oleh pihak sekolah terkait.
![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Burhanasman. |
“Gaji para guru honorer itu sudah diproses, apalagi sekarang sekolah kan sudah terima Daftar Pagu Anggaran, jadi tergantung sekolah kapan diserahkan gaji untuk para guru honorer tersebut,” katanya, Rabu (22/3/2017).
Ia menyebutkan, untuk membayarkan gaji guru honorer yang sebanyak 12.000 lebih itu, Pemprov Sumbar telah menganggarkan Rp34 miliar untuk tahun 2017 ini. Artinya, langkah selanjutnya, pihak sekolah tinggal mengajukan tahap verifikasi dokumen guru honorer.
“Pihak sekolah harus menyelesaikan verifikasi guru honorernya, kalau sudah selesai, maka keputusan pencairan gajinya berada di tangan pihak sekolah terkait,” ujarnya.
Untuk itu, Buharnasman meminta kepada pihak sekolah untuk segera menyelesaikan verifikasi para guru honorer tersebut. Agar para guru honorer yang ada di Sumbar ini bisa menikmati gaji yang ditunggu per triwulan.
Sebelumnya, salah seorang guru honorer di Padang, Nola, mengatakan, sampai saat ini belum ada penjelasan dari pihak sekolah, terkait kapan gajinya dibayarkan. Namun, Nola berharap betul agar Pemprov Sumbar yang kini menjadi kewenangannya, untuk segera membayarkan gaji per triwulan tersebut.
“Saya itu digaji tiga bulan sekali, jadi yang namanya telah memasuki bulan ketiga di tahun ini, saya berharap betul gaji segara dibayarkan. Apalagi di zaman sekarang, kebutuhan hidup itu cukup besar biayanya, semogalah saya segera menerima gaji,” tegasnya.
Hal sama juga diharapkan oleh seorang guru di salah satu SLTA di Padang, Sri, yang menyatakan pernah mendapatkan penjelasan dari pihak sekolah, bahwa saat ini tengah dilakukan pendataan verifikasi yang merupakan syarat untuk pencairan gaji para guru honorer.
“Bulan Maret tinggal beberapa hari lagi, jadi semogalah pendataan verifikasi selesai, dan saya serta guru honorer lainnya bisa menikmati jerih payah mendidik selama tiga bulan ini,” tutupnya.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa