Dinkes Sumbar Sebut Merokok Salah Satu Penyebab Tuberkolosis

JUMAT, 24 MARET 2017

PADANG — Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sumbar) Merry Yuliesday menyebutkan, rokok merupakan salah satu penyebab terbesar terjangkitnya tuberkulosis atau TB. Menurutnya, di antara jumlah kasus TB tersebut sebagian besarnya akibat dari orang yang suka merokok, sedangkan sisanya akibat lingkungan. 

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sumbar) Merry Yuliesday

Dikatannya, perokok yang mengalami batuk yang tergolong tidak sehat itu, merupakan perokok berat atau sudah termasuk pencandu rokok. Karena, tidak semua orang juga yang suka merokok mengalami batuk yang bakal menjadi gelaja penyakit TB. Namun, harapnya, alangkah baiknya tidak ada lagi yang merokok, sehingga gejala munculnya TB bisa diatasi.

“Jika sudah mengalami batuk dengan waktu yang lama, maka akan berdahak. Nah, dahak itu yang bakteri sehingga masuk ke paru-paru, sehingga bisa memunculkan TB. Jadi, bagi perokok harus waspada dengan penyakit TB ini, karena memiliki peluang yang besar yang terjangkit TB,” ujarnya, Jumat (24/3/2017).

Ia menyatakan, penyakit TB merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya. Apalagi penularan TB sangat mudah, yakni lewat percikan dahak penderita TB. Parahnya lagi, TB dapat menularkan pada 10 hingga 15 orang dari hanya satu sumber penderita TB, terutama bagi orang yang kondisi kesehatannya kurang stabil.

Seperti kasus TB yang ada di Sumbar sepanjang 2016 ada 7.278 orang yang terjangkit TB. Di antara jumlah itu TB Paru pada anak sebanyak 707 orang, dan TB Paru kambuh ada 291 orang.

Menekan penyebaran, Merry juga berharap, selain berhenti merokok, bagi penderita TB yang berada di tempat umum agar menggunakan masker, atau tutuplah mulut saat batuk agar percikan dahak tidak menyebar, sehinga orang-orang di sekeliling tidak tertular.

“Terkadang yang kita lihat, ada pengendara sepeda motor yang membuang dahaknya saat kendaraan melaju. Sementara ada pengendara lainnya yang berada di belakang, nah kondisi itu secara tidak langsung untuk pengendara yang di belakang berpotensi tertular TB,” katanya.

Untuk itu, Merry menyarankan kepada masyarkat untuk menjalankan pola  hidup sehat, terutama yang perokok, agar segeralah berhenti untuk merokok. Karena apabila sudah terjangkit TB, tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan orang lain, akibat dari tertular tersebut.

Sementara itu, salah seorang pria yang akrab disapa Aad berpendapat, sudah hampir lima tahun ini ia mengisap rokok, dan bahkan dalam satu hari bisa menghabis dua bungkus rokok. Ia menyatakan, saat ini kondisi fisik nya masih dalam keadaan baik-baik saja, dan masih bisa melakukan aktifitas lainnya.

“Mungkin yang dimaksud oleh orang kesehatan itu, pencadu berat. Tapi alhamdulillah sampai saat ini saya merokok sekedar isap-isap saja, ya sekedar menghilang suntuk,” kilah Aad.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...