KAMIS, 16 MARET 2017
JAKARTA — Sejumlah massa yang tergabung dalam persatuan perawat seluruh Indonesia berunjuk rasa di Gedung DPR Senayan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2017). Mereka menuntut pemerintah untuk mengangkat semua perawat honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
![]() |
| Massa demo di depan gerbang gedung DPR |
Selain itu, perawat juga mengeluhkan, meski sudah lama bekerja, namun masih berstatus honorer dan dibayar di bawah upah minimum regional (UMR).
“Perawat hadir di tempat ini, kita patut bahagia karena beberapa waktu lalu bidang PTT diangkat sebagai pegawai negeri, tetapi rasanya kebahagiaan itu tidak sempurna, karena dari 39 ribu yang diangkat tidak satupun perawat ada di sana, padahal kita hidup dari satu atap yang sama melaksanakan tugas, tugas yang sama, kenapa perhatian pemerintah berbeda dengan kita,” ujar Koordinator Aksi, Rahman Azam.
Menurut Rohman, perawat merupakan pekerjaan yang mulia yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Para anggota dewan sakit siapa yang rawat, tentu perawatlah yang dibutuhkan.
“Bapak Presiden dengarkan suara anak negeri ini, kami diperlakukan tidak adil, diperlakukan semena-mena mena. Wahai Presiden kami yang baik, Bapak harus dengar suara kami. Kami perawat bukan hiburan, turunkan SK Sekarang juga,” teriak massa.
Pendemo juga meminta, jika Undang-Undang Aparatur sipil Negara (ASN) tidak di respon oleh pemerintah, maka pengunjuk rasa berjanji akan mogok massal.

Massa juga membawa sejumlah alat peraga dan spanduk. Adapun spanduk yang dibawa berisi: Stop diskriminasi terhadap perawat, PNS Harga Mati, berikan upah layak buat perawat. Sejahterakan perawat jangan biarkan kami terluka.
“Hari ini kita ketuk pintu Presiden, hari ini kita ketuk pintu para anggota DPR, mudah mudahan ini yang pertama dan terakhir. Setelah ini tidak ada aksi lagi karena sebentar lagi kita diangkat sebagai PNS,” pungkas Rahman mengharapkan.
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Adista Pattisahusiwa