Buah Penantian Panjang, Warga Parumaan Nikmati Air Bersih, Listrik Belum

SABTU, 4 MARET 2017

MAUMERE — Penantian panjang warga pulau Parumaan, salah satu dari 17 gugusan pulau di kabupaten Sikka untuk menikmati air bersih sudah terjawab. Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya harapan masyarakat terkait air terjawab, sedangkan untuk listrik masih tetap menunggu.

Bupati Sikka bersama ketua DPRD Sikka sedang mencicipi air bersih di pulau Parumaan yang dialiri melewati laut dari pulau Kojagete

Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera menyebutkan, perjuangan untuk mendatangkan air bersih bagi warga desa Parumaan tergolong sulit, sebab airnya harus diambil dari pulau Kojagete di sebelah barat dan jaringan pipanya harus melewati laut sejauh tiga kilometer dan total jarak dari mata air tujuh kilometer.

“Hari ini dengan ditandatangani prasasti dan peresmian jaringan air bersih di pulau ini menjadi bukti bahwa pemerintah tetap memperhatikan warganya meski berada di pulau dan harus menyeberangi laut dari ibukota kabupaten,” ujarnya saat peresmian jaringan air bersih di pulau Parumaan Sabtu (4/3/2017) .

Sementara itu soal listrik kata Ansar sapaannya, pihak PLN Maumere sudah turun ke pulau ini sekitar bulan Januari 2017 dan melihat kondisinya. Mudah-mudahan tahun 2017 ini atau paling lama tahun 2018 kerinduan warga bisa terjawab.

“Kalau air saja pipanya bisa lewat laut, tentu untuk listrik pun bisa dan saya sudah bicarakan dengan pihak PLN dimana mereka katakan paling lama tahun 2018 daerah di kepulauan bisa menikmati listrik,” terangnya.

Sementara itu, ketua DPRD Sikka Rafael Raga,SP meminta agar dengan sudah tersedianya air bersih, warga masyarakat harus mulai membangun sarana MCK, baik secara pribadi ataupun melalui bantuan dana desa.

“Saya tidak ingin masyarakat membuang hajat di pesisir pantai atau di hutan lagi, sebab air bersih sudah tersedia di pulau ini dan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menandatangani prasasti air bersih di pulau Parumaan

Rafael berharap agar dibentuk sebuah badan usaha milik desa untuk mengatur pemakaian air bersih dan harus dibangun bak penampungan agar tidak terbuang percuma dan bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman dan lainnya.

“Harus ada iuran agar  saat ada kerusakan jaringan air bersih, dana untuk perbaikannya sudah tersedia sehingga jangan lagi meminta dana dari pemerintah kalau masih bisa diatasi sendiri,” ungkapnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Lihat juga...