RABU, 29 MARET 2017
PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Salma, begitulah nama panggilan wanita berusia 56 tahun yang merantau dari Kabupaten Pesisir Selatan ke Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), di saat usianya masih tujuh tahun. Kini, kondisi kehidupannya cukup baik, berkat usaha jual minyak bensin eceran.
![]() |
| Ketua Posdaya Sejahtera, Latifah (baju batik), saat menghampiri pondok minyak bensin eceran milik Salma, nasabah Tabur Puja. |
Tempat usaha jual minyak bensin eceran yang dilakoni Salma memang cukup sederhana, yakni hanya menggunakan kayu sebagai tiang, dinding dan atapnya ditutupi oleh terpal. Sepintas dilihat, tempat jualan minyak bensin eceran milik Salma seperti pondok, namun di sanalah tempat Salma menggantungkan hidup untuk mendapatkan sesuap nasi.
Hari-hari Salma dihabiskan dengan menunggu pengendara yang singgah untuk membeli minyak bensin miliknya, yang berada di jalan Raya Gaung, Lubuk Begalung, Padang. Apalagi kondisi kaki kiri Salma yang kini mengalami patah tulang akibat kecelakaan yang terjadi tahun 2015 lalu, membuat ia tidak bisa melakukan aktivitas lain, selain duduk di pondok minyak bensin ecerannya.
“Profesi ini, sudah hampir 8 tahun saya jalani. Dulu, saya membuka pondok minyak bensin eceran yang tak jauh dari tempat sekarang, dan ketika itu, memang hanya sedikit minyak yang saya jual. Tentunya penghasilannya tidak seberapa,” ujarnya, ketika Cendana News mendatangi Salma yang duduk di pondok minyak bensin ecerannya, Rabu (29/3/2017).
Namun, ketika Salma mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja Posdaya Sejahtera yang berada di Kelurahan Gates Nan XX pada 2014 lalu, Salma pun mencoba menambah jumlah minyak ecerannya, dari 10 liter menjadi 50 liter. Mengingat ada tempat pondok yang masih ada sisi kosong, Salma pun menjual sejumlah minuman mineral.
Ia mengakui, semenjak mendapat kepercayaan dari pinjaman modal usaha Tabur Puja, usaha minyak bensin eceran yang dijalani memperoleh penghasilan yang cukup baik untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Di sela-sela senyumnya dalam bertutur kata, Salma menyatakan, kehadiran Tabur Puja bagaikan rezeki yang tidak disangka untuk membuat usaha berkembang lebih baik lagi. Bahkan, dengan kondisinya yang mengalami patah tulang, Salma mampu membantu perekonomian keluarga, dengan omzet jual minyak bensin eceran yang diperolehnya, mencapai Rp300.000 per hari.
Kondisi perekonomian di dalam keluarga Salma, membuat ia tidak hanya mencari nafkah seorang diri, tapi sang suami juga turut membantu, dengan profesi yang dijalani sebagai tukang buat kapal nelayan. Namun, profesi sang suami sebagai tukang buat kapal nelayan ini tak rutin, tak selalu dijalani, ketika tidak ada pesanan membuat kapal, sang suami pun memilih untuk melaut.
“Saya punya anak enam orang, ada dua orang yang belum menikah. Si bungsu masih sekolah dan anak yang nomor dua juga masih bujang serta tengah berjuang di Jakarta. Dengan situasi seperti ini, alhamdulillah cukuplah penghasilan yang didapatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Namun, dalam peminjaman modal usaha yang dilakukan oleh Salma selama ini, ia belum sanggup untuk menambah jumlah pinjaman. Buktinya, memasuki tahun ke dua menjadi nasabah Tabur Puja, ia hanya meminjam modal usaha Rp2 juta. Padahal dalam sistem peminjaman di Tabur Puja, bagi nasabah yang lancar dalam pembayaran kredit dan usaha berjalan cukup baik, maka dapat meningkatkan pinjaman modal usaha dari Rp2 juta menjadi Rp3 juta.
Hal ini pun diakui oleh Ketua Posdaya Sejahtera, Latifah, yang turut turun ke lapangan dan melihat langsung perkembangan nasabah. Latifah mengatakan, Salma merupakan nasabah yang patuh dalam membayar kredit pinjaman. Selain itu, ia juga merupakan nasabah yang mengukur kemampuan penghasilannya dalam hal membayar kredit pinjaman.
“Saya telah menawarkan kepada Salma untuk menambah pinjaman modal usaha. Tapi beliau tidak mau, karena menurutnya, jika jumlah pinjaman ditambah, ia khawatir tidak sanggup membayar pinjaman kredit yang harus dibayarkan satu kali dalam seminggu. Mengingat usahanya hanya menjual minyak bensin eceran,” ungkapnya.
![]() |
| Salma bersama salah seorang putranya, berada di pondok minyak bensin eceran. |
Latifah menyampaikan, komitmen yang ditunjukkan oleh Salma merupakan harapan Posdaya Sejahtera, yakni membentuk masyarakat yang jujur dan memiliki rasa tanggung jawab dalam hal menjalankan usaha dan peminjaman modal usaha yang diberikan oleh Tabur Puja.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra
