SELASA, 14 MARET 2017
JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta lima kota administrasi dan satu kabupaten di wilayahnya untuk membuat dan menambah pelatihan kerja. Hal itu dilakukan karena dipandang sebagai cara tepat untuk mengatasi tawuran warga yang kembali muncul beberapa waktu yang lalu.
![]() |
| Sekda DKI Jakarta, Saefullah |
“Saya sudah meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Unit Kerja Perangkat Daerah kita perbanyak kegiatan pelatihan kerja. Ini untuk cegah tawuran di Jakarta,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (14/3/2017).
Saefullah menilai, kasus tawuran muncul akibat minimnya kegiatan positif di masyarakat. Melalui pelatihan kerja, warga dan pemuda khususnya dapat mengikuti kegiatan positif dan melupakan kegiatan tawuran yang merugikan banyak pihak.
“Kalau warga ada aktivitas positif, mereka tidak akan sempat kepikiran untuk tawuran,” tambahnya.
Saefullah juga menyatakan, kasus tawuran tidak bisa dituntaskan hanya dengan mengandalkan aparat penegak hukum dan pemerintahan saja. Namun juga dibutuhkan peran serta warga dan keluarga untuk mengatasi itu.
“Ada tawuran berulang-ulang, harus ada penanganan khusus, lihat latar belakangnya. Ada juga insidental. Kalau warga atau pemudanya bekerja dia punya kecenderungan untuk tidak ikut terlibat tawuran,” ujar Saefullah.
Seperti diketahui, tawuran kembali terjadi di daerah Manggarai, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017) sore. Tawuran itu terjadi antar warga Manggarai, Jakarta Selatan, dengan warga Tambak, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa itu dua orang dinyatakan tewas.
Jurnalis: Bayu Arsita M/Redaktur: ME. Bijo Dirajo/Foto: Bayu Arsita M