BUMD Diminta Serius Awasi Ketahanan Pangan di Jateng

SELASA, 14 MARET 2017

SEMARANG — Sekertaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk serius mengawasi ketahanan pangan agar harga sembako selalu stabil. Karena itu diharapkan BUMD bisa bersinergi dengan Tim Pengendalia Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia Jateng. 

Sekda Jateng Sri Puryono (kedua dari kanan) saat mengunjungi Dinas Koperasi dan UMKM Jateng

Sri menjelaskan, di Jateng sendiri banyak BUMD yang harus bersiap siap menyambut moment Ramadhan dan Idul Fitri. Diantaranya Bank Jateng untuk mengurusi peredaran uang, PT Citra Mandiri Jateng (CJMT) yang mengurusi pertanian, perdagangan, jasa, pariwisata dan perhotelan. Diharapkan BUMD tersebut rutin berkomunikasi agar bisa mengendalikan inflasi bahan pangan sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

“Berbagai konsep agar ketersediaan bahan pangan bisa mencukupi, tidak kacau lagi seperti tahun lalu,” terang ketua Tim TPID tersebut.

Lebih lanjut dirinya berujar bahwa BUMD sebagai bagian dari pemprov harus cepat merespon setiap kabar yang beredar di masyarakat untuk segera ditindaklanjuti, karena tingkat konsumsi masyarakat menjelang puasa dan lebaran biasanya cenderung meningkat, apalagi Jateng sendiri dikenal sebagai daerah tujuan mudik.

Sementara itu kepala BI perwakilan Jateng, Hamid Ponco Buwono menambahkan sampai pada bulan Februari 2017, Kudus adalah daerah di Jateng yang terkena dampak Inflasi paling tinggi, mencapai 0,93 persen, sementara inflasi di kota Tegal sebesar 0,32 persen menjadikan kota yang terkenal dengan teh pocinya tersebut menduduki peringkat paling bawah.

Sementara jika indikatornya provinsi maka Jateng berada peringkat ke dua setelah Jatim yang mengalami inflasi tertinggi di Indonesia, nilainya mencapai 0,51 persen.

Banyaknya tanaman holtilkultura yang tidak bisa dipanen akibat cuaca yang tidak menentu merupakan salah satu penyebab lokasi, akibatnya harga cabai rawit, bawang merah dan minyak goreng sempat mengalami kenaikan. Selain itu kondisi perusahaan yang relatif belum stabil juga mengakibatkan upah buruh menjadi turun

“ Karena itu solusinya BI akan bekerjasama dengan Undip untuk menerapkan teknologi yang tepat agar panen petani bisa melimpah ruah,” tambah Hamid

Kepala BI perwakilan Jateng Hamid Ponco Buwono

Selain itu BI Jateng  juga menerapkan Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati) untuk mengawasi harga sembako di pasaran. Project selanjutnya adalah bekerjasama dengan petani untuk mendirikan koperasi pertanian untuk memastikan petani bisa menyimpan hasil panennya.

Jurnalis : Khusnul Imanuddin / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Khusnul Imanuddin

Lihat juga...