KAMIS, 2 MARET 2017
MAUMERE — Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada para pemegang kartu BPJS Kesehatan di kabupaten Sikka yang sudah dimasukkan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional dan memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) masih belum maksimal.
![]() |
| Rapat dengar pendapat DPRD Sikka dan BPJS Kesehatan cabang Maumere. |
Demikian disampaikan beberapa anggota DPRD Sikka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara BPJS Kesehatan cabang Maumere bersama DPRD Sikka Kamis (2/3/20117).
Dikatakan Afridus Aeng dari fraksi PKPI Indonesia, harusnya semua penyakit bisa dibiayai oleh BPJS Kesehatan dan ini yang belum banyak dipahami masyarakat sehingga sering terjadi salah pengertian saat berobat di fasilitas kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit.
Selain itu kata Afridus, pasien kelas I yang dirawat di RSUD TC Hillers Maumere banyak yang dipindahkan ke kelas VIP sebab ruang perawatan di kelas I penuh. Bahkan bila ruang VIP penuh, pasien menempati ruang kelas II.
“Banyak pasien yang bingung bila harus menghadapi kenyataan seperti ini apalagi pihak rumah sakit pun tidak bisa memberikan penjelasan kepada pasien,” ujarnya.
Sementara itu Stef Sumandi dari fraksi PDIP menyebutkan, soal hasil survei yang mengatakan 80 persen pasien BPJS Kesehatan menngaku puas dengan pelayanan BPJS Kesehatan, hal ini perlu dipertanyakan dan menjadi cambuk untuk meningkatkan kinerja.
Selain itu, tambah Stef sapaannya, masih banyak warga kabupaten Sikka khususnya di desa yang belum mengetahui pelayanan dari BPJS Kesehatan terutama kepada para pemegang KIS.
Ayatullah F.M.Pomalingo Kepala cabang BPJS Kesehatan Maumere mengatakan, soal kasus pindah ruang kelas perawatan yang sering terjadi di RSUD TC Hillers, selama masih dalam satu episode perawatan maka hal ini dibenarkan tapi hanya untuk sekali saja.
“Terkait kinerja, ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami sebab kami baru 2 tahun ada sehingga perlu meningkatkan kinerja agar bisa memuaskan masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Terkait sosialisasi, sambung Ayatullah, BPJS Kesehatan cabang Maumere selama tahun 2016 menggandeng dinas Kesehatan kabupaten Sikka dan telah melakukan sosialisasi di semua desa dan kelurahan di kabupaten Sikka.
“Pihak desa dan keluarahan menyediakan tempat dan mengundang kami untuk datang dan melakukan sosialisasi dan bila masih belum efektif kami akan melakukan sosialisasi lagi di tahun 2017 ini,” pungkasnya.
Disaksikan Cendana News, rapat dengar pendapat yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Sikka hanya dihadiri oleh 10 anggota dewan dari total 35 anggota DPRD Sikka.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary