JUMAT 17 FEBRUARI 2017
LARANTUKA—Berdasarkan hitungan sementara di tiga daerah di NTT yang menggelar Pilkada pada Rabu (15/2/2017) menunjukkan Partai Golkar bersama mitra koalisinya hanya unggul di Kabupaten Lembata.
![]() |
| IKetua DPD I Golkar NTT brahim Agustinus Medah. |
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah menginstruksikan kepada seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Kupang dan Kabupaten Flores Timur agar mendukung pasangan calon terpilih di dua wilayah itu.
Dalam rilis yang diterima Cendana News, Jumat (17/2/2017) Medah mengatakan, ajang pilkada kemarin merupakan kompetisi untuk merebut hati rakyat dan kompetisi itu sudah selesai sehingga kini kita masuk ke babak baru untuk bersama mendukung pasangan kepala daerah terpilih.
Medah mengucapkan selamat kepada ketiga paslon terpilih yakni pak Jefry Riwu Koreh – Dr. Herman Man di Kota Kupang, pak Anton Hadjon-Agus Boli di Flores Timur dan pak Jantje Sunur-DR.Thomas Ola Langoday di Lembata yang telah dipercaya rakyat memimpin daerahnya masing-masing.
“Yang pasti Partai Golkar mendukung paket terpilih untuk menyelenggarakan pemerintahan. Fraksi Partai Golkar saya pastikan dan saya perintahkan agar mendukung pasangan terpilih demi kelancaran dan kesuksesan penyelnggaran pemerintahan lima tahun kedepan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Dikatakan Medah, sesunguhnya Golkar menargetkan menang di ketiga Pilkada di NTT, namun hanya menang di Lembata. Padahal, ketiga pasangan yang diusung Golkar adalah incumbent dan mestinya calon incumbent jauh lebih siap.
Secara logika, lanjutnya, incumbent jauh lebih siap, tetapi seberapa kuatnya incubnet seperti di DKI Jakarta, yang namanya incumbent pasti ada celah-celah yang dilirik para kompetitor. Sama halnya dengan di Kota Kupang, incumbent tersebut juga tidak terlepas dari hal-hal yang diserang oleh kempetitor.
“Sehingga saya berpikir bahwa celah-celah yang dilirik kompetitor itu nampaknya merupakan hal-hal yang strategis sehingga membuat incumbent sulit untuk bertahan. Dan itu tidak bisa dihindarri sehigga ini harus kita jadikan sebagai pelajaran untuk pilkada mendatang di tahun depan,” ungkapnya.
Diakui Medah, sudah banyak hal baik dan keberhasilan yang dibuat oleh incumbent tetapi kembali pada celah-celah yang luput dari pantauan tim sehingga dimanfaatkan oleh kompetitor.
“Kita mengahargai jasa-jasa dan prestasi incumbent dan pada sisi lain kita harus akui bahwa ada celah-celah yang luput dari pantaun kita dan dimanfaatkan oleh kompetitor,” terangnya.
Kerja keras dari pasangan incumbent kata anggota DPD RI ini, sudah dilakukan dan seberapa besar pasangan dari incumbent memberikan kontribusi untuk kemenangan incumbent juga belum dikaji dan kurang mendalami faktor apa yang dilakukan kompetitor sehingga membuat petahana bisa kalah.
“Ini menjadi pembelajaran bagi Golkar karena ada beberapa incumbent yang akan maju yaitu di Ende dan Nagekeo. Sementara untuk wilayah Sikka, Golkar engkomunikasikannya dengan incumbent. Kita akan segera evaluasi agar hal-hal yang terjadi di Kota Kupang dan Flotim idak terjadi lagi,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
KETERANGAN FOTO
Drs. Ibrahim Agustinus Medah, ketua DPD I Partai Golkar NTT