Fun Education, Cara Anak Muda Banten Atasi Masalah Sampah

SENIN, 27 FEBRUARI 2017

TANGERANG — Sampah merupakan masalah pokok dari sebagian besar daerah di Indonesia. Pada musim hujan seperti saat ini, banyak terjadi banjir di beberapa daerah, karena tersumbatnya aliran air akibat sampah. Guna mengatasi persoalan sampah tersebut, Komunitas Gerakan Turun Tangan Banten menggelar berbagai program penanganan sampah melalui kegiatan pungut sampah dan edukasi pemanfaatan barang-barang bekas.

Aksi Pungut Sampah Abang Nona Tangerang Selatan.

Dikemas dalam sebuah acara yang menyenangkan bagi kaum muda remaja, Komunitas Gerakan Turun Tangan menggelar acara Fun Education melalui dongeng dan pembelajaran kreatif pembuatan berbagai prakarya unik dari bahan-bahan bekas. Acara ini diadakan sebagai langkah solusi banyaknya sampah, dan mengajak kaum muda untuk lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan. Tak hanya itu, mereka juga menggelar aksi Gerakan Pungut Sampah di kawasan Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan. Melalui kegiatan tersebut, Gerakan Turun Tangan Banten mengajak pemuda agar lebih peduli terhadap lingkungannya, terutama masalah sampah. Dimulai dari hal sederhana, peduli akan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Acara ini sangat bagus. Memperlihatkan pentingnya budaya membuang sampah pada tempatnya, lalu pada sesi Fun Education diajarkan kepada adik-adik Sekolah Dasar yang hadir, cara membuat kreasi unik dari sampah yang dapat dimanfaatkan pada kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan adanya acara ini, kami bisa saling sharing bersama dengan komunitas lainnya, seperti Banten Mengajar, Mister Tourism Banten, dan lain-ain,” ujar Wakil I Abang Kota Tangerang Selatan 2016, Fahmi Izharuddin, saat ditemui di sela kegiatan gerakan Pungut Sampah di kawasan Situ Gintung, Minggu (26/2/2017).

Sementara itu, salah-satu penggiat acara yang juga merupakan Abang Kota Tangerang Selatan 2016, Handy Eka Pratama, mengatakan, sebagai Duta Pariwisata ia sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam acara Gerakan Pungut Sampah dan mengajak pemuda yang tergabung dalam beberapa komunitas lainnya untuk ikut serta sebagai penggerak peduli lingkungan.

Gerakan Pungut Sampah tersebut didominasi oleh kelompok anak muda dari beberapa komunitas pemuda di Tangerang Selatan, Banten, yang juga dihadiri oleh Abang Nona Tangerang Selatan dan Mister Tourism Banten, gelar sebagai rangkaian acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada setiap 21 Februari. Gerakan Turun Tangan Banten sendiri merupakan inkubator gerakan kerelawanan di Banten yang berfokus pada bidang politik, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pengembangan sosial.

Jurnalis: Lya Septiarini/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Lya Septiarini

Lihat juga...