KAMIS, 2 FEBRUARI 2017
MATARAM — Untuk meningkatkan asupan gizi keluarga, selain dengan cara memperbanyak mengkonsumsi sayuran, juga harus dilengkapi dengan telur maupun daging, termasuk ikan agar gizi seimbang. Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa, Palembang Sumatera Selatan, Nugroho Budi Suprijatno, dalam rapat pendistribusian bantuan unggas, guna menunjang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) bagi ibu-ibu PKK di Mataram, Kamis (2/2/2017).
| Rapat pendistribusian unggas. |
“Upaya tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan amanat Presiden dalam Rakornas di Jakarta, untuk memberdayakan ibu-ibu PKK, salah-satunya melalui pembudi-dayaan unggas dalam rangka peningkatan gizi keluarga,” katanya.
Dikatakan pula, ayam petelur yang dihibahkan sebanyak 1.000 ekor yang disepakati akan didistribusikan di 2 titik, masing-masing sebanyak 500 ekor. Teknisnya, ketika ayam diterima di lokasi, akan diadakan pelatihan kepada kelompok-kelompok penerima bantuan. Nantinya, tiap lokasi akan dibentuk kelompok Dasa Wisma dan Kelompok Warga Tani (KWT) dan diharapkan bisa berlangsung secara berkesinambungan. “Harapannya, melalui program tersebut, selain bisa memberdayakan ibu-ibu PKK, juga sebagai salah-satu upaya dalam rangka peningkatan gizi keluarga,” jelasnya.
Ketua TP. PKK, Hj. Erica, menjelaskan, perlu adanya kampanye kepada warga masyarakat di Indonesia pada umumnya, dan di NTB khususnya, terkait konsumsi ayam, terutama ayam lokal. “Selama ini, paradigma yang berkembang di masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu, bahwa ayam dalam negeri, khususnya ayam lokal NTB, kurang baik untuk dikonsumsi bagi kesehatan. Padahal, ayam dalam negeri lebih aman dan sehat sebagai penambah asupan gizi keluarga,“ tutupnya.
Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi