Tebing Ceppa, Mata Air Jernih yang Jadi Destinasi Wisata

MINGGU, 15 JANUARI 2017

LAMPUNG — Berlokasi di kaki Gunung Rajabasa berjarak sekitar 5 kilometer dari jalan lama Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan, mata air Tebing Ceppa berlokasi di areal perkebunan milik warga. Jalan setapak yang sebagian sudah beraspal disambung dengan jalanan tanah, menyusur sungai kecil dan semilir angin yang sejuk menjadi sapaan awal pengunjung yang akan menuju ke tebing ceppa. 
ebing Ceppa di Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan yang jernih dan sering digunakan sebagai sumber air minum dan pemandian warga
Abdul Mubarok (18), pemuda asal Desa Rawi yang berada di sekitar daerah tersebut menyebutkan, mata air Tebing Ceppa sering dikunjungi warga lokal, terutama anak anak muda saat akhir pekan sejak Sabtu dan Minggu. Sebagian mengunjungi mata air dengan tiga kolam air jernih permanen serta kolam dari batu-batu yang dibendung untuk mandi dan menyegarkan badan dengan kegiatan makan bersama (bancakan) di sekitar mata air.
“Tempat ini sudah lama ada namun mulai ramai dikunjungi setelah banyak anak anak muda datang ke sini untuk mandi dan juga menikmati kesegaran air yang ada di mata ait tebing ceppa. Bahkan di akhir tahun, ratusan warga datang ke sini untuk melakukan bancakan bakar ikan dan makan bersama setelah itu menikmati kesejukan mata air tebing ceppa,”terang Abdul Mubarok pemuda yang sering mengunjungi mata air tebing Ceppa di Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (15/1/2017).
Minat masyarakat terutama pemuda untuk mencari destinasi wisata baru yang tinggi membuat mata air tebing Ceppa digunakan sebagai destinasi baru. Sebagian pengunjung senang mengunjungi tebing Ceppa karena sudah bosan mengunjungi destinasi wisata pantai dan memilih mencari tempat yang sejuk di kaki pegunungan. Air yang jernih hingga ke dasar bahkan digunakan untuk berendam pengunjung dan latar belajang fotografi air.
Pada bagian kolam pertama yang dibuat permanen tepat di bawah pohon pohon besar digunakan warga untuk memasang pipa paralon PVC dan besi untuk mengalirkan air ke bak penampungan. Sementara pada bagian aliran air di bawahnya kerap digunakan masyarakat untuk mandi dengan dua buah kolam berupa bendungan dari batu batu kali. Batu batu gunung berukuran besar yang menyatu dengan perkebunan kopi cokelat, cengkeh serta tanaman perkebunan warga diantaranya Kelapa Serta tanaman lain menambah suasana sejuk berada di lokasi tersebut. Rencananya oleh pemilik kebun tepat dimana lokasi mata ait tebing ceppa berada akan dibuatkan gubuk perisitirahatan sekaligus untuk berisitirahat pengunjung serta fasilitas penunjang lain berupa lokasi parkir.
“Banyak yang datang ke sini namun fasilitas yang belum memadai membuat tempat berteduh sementara di bawah pohon pohon rindang dan belum ada lokasi parkir yang memadai,”ungkap Abdul Mubarok.
Sumber mata air tebing ceppa yang jernih di kaki Gunung Rajabasa
Warga lain, Abdul Rohim (56) mengungkapkan mata air tebing ceppa memilik sebutan beragam diantaranya mata air legondi, tebing ceppa atau mata air Taman Baru. Manfaat yang semula digunakan sebagai sumber mata air untuk sumber air minum, sumber air bersih kini diakuinya mulai dimanfaatkan oleh masyarakat terutama untuk berwisata. 
Ia mengaku selama pengunjung masih menjaga kearifan lokal tempat tersebut diantaranya menjaga ketenangan, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau merusak alam ia mengaku sangat mendukung kawasan tersebut dijadikan tempat wisata. 
“Saya juga senang banyak yang berkunjung ke sini, jika dikonsep sebagai tempat wisata mata air ini sangat bagus, ada petugas parkirnya dan fasilitas ditambah,”terang Abdul Rohim.
Kunjungan ke mata air tebing Ceppa diakui Abdul Rohim akan menjadi aset bagi desa terutama tebing ceppa menjadi destinasi wisata yang tak biasa. Selain menjadi sumber mata air yang jernih, sejuk, lokasi tersebut sekaligus bisa menjadi lokasi wisata yang akan memberi dampak positif warga. 
Dampak positif tersebut terutama saat musim buah buahan diantaranya buah rambutan, durian, kelapa muda serta buah buahan lain yang bisa dijual ke pengunjung oleh masyarakat sekitar mata air tersebut. Selain itu penambahan fasilitas juga dapat dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur jalan yang masih berupa jalan tanah dan juga fasilitas lahan parkir bagi kendaraan pengunjung yang terjaga agar lebih aman dan nyaman.
Sumber mata air tebing ceppa yang digunakan ribuan masyarakat sebagai sumber mata air
Saat akhir tahun 2016 dan awal tahun 2017 jumlah kunjungan ke mata air tebing Ceppa Desa Taman Baru bahkan diperkirakan mencapai ratusan orang perhari. Namun saat hari biasa jumlah kunjungan hanya mencapai puluhan orang terutama anak anak muda. Sebagian pengunjung menurut Abdul Rohim didominasi oleh anak anak muda pecinta petualangan alam karena untuk mencapai lokasi tersebut membutuhkan perjuangan dengan melewati perkebunan masyarakat dan kondisi jalan tanah yang belum memadai. Perbaikan jalan dengan sistem rigid beton dan penambahan fasilitas oleh pemilik lahan atau pihak desa diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan ke lokasi Tebing Ceppa.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...