MINGGU, 15 JANUARI 2017
MATARAM — Gelombang besar air laut yang terjadi dalam beberapa hari terahir, akibat anging kencang mengakibatkan hasil tangkapan nelayan pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengecewakan.
![]() |
| Beberapa perahu nelayan nampak sedang melakukan pencarian ikan di pantai Aampenan |
“Hasil tangkapan ikan nelayan dalam beberapa hari terahir mengecewakan, karena gelombang air laut tinggi akibat angin kencang,” kata Hamdi, nelayan Kelurahan Banjar Aampenan kepada Cendana News, Minggu (15/1/2017).
Ia mengatakan, akibatnya sebagian nelayan di Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih tidak melaut.
Hamdi mengaku sudah tiga hari tidak melaut dan lebih memilih berdiam diri di rumah, sambil menunggu gelombang air laut normal kembali seperti biasa.
“Sudah biasa musim hujan seperti sekarang, gelombang tinggi air laut pasti terjadi akibat angin kencang yang mengganggu proses pencarian ikan,”sebutnya.
Menurutnya, gelombang air laut yang tinggi, selain mengganggu proses penangkapan ikan, juga sangat membahayakan keselamatan nelayan saat berada di tengah lautan.
Rusdi, nelayan lainnya mengatakan, kalau gelombang laut sedang tinggi seperti sekarang, dirinya biasanya pergi kerja serabutan, mulai dari jadi tukang ojek sampai buruh di pasar tradisional.
Aktivitas tersebut dilakukan selain sebagai pekerjaan sampingan, juga untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga selama tidak melaut.
“Kalau hanya mengadalkan dari hasil melaut, kebutuhan kehidupan sehari-hari keluarga tidak bisa tercukupi, belum lagi biaya anak sekolah, jadi di samping melaut, saya juga mengerjakan pekerjaan sampingan seperti ngojek,”katanya.
Ditambahkan, meski demikian, sebagian nelayan tetap nekat melaut menangkap ikan, meski gelombang air laut besar.
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi