MINGGU, 15 JANUARI 2017
KEDIRI — Ketua Satgas Anti Komunis Majelis Ulama Indonesia, Moh. Thowaf Zuharon, S.sos mengingatkan masyarakat terutama para orang tua untuk lebih menjaga dan menjauhkan anak-anaknya dari paham komunis.
![]() |
| Moh.Thowaf Zuharon |
Disebutkan, cara untuk menjauhkan yakni dengan menyampaikan peristiwa-peristiwa terkait kekejaman PKI. Selain itu, orang tua diharapkan juga mendukung kurikulum mengenai bahaya ideologi komunis bisa diterapkan di pesantren-pesantren.
“Kami sudah mengusulkan kepada para ulama maupun Kyai yang ada di MUI untuk membuat kurikulum, khususnya di Pesantren mengenai bahaya ideologi komunis,” akunya dalam Pengajian Politik Islam di Masjid Al-Ma’ruf Kediri , Minggu (15/1/2016).
Disebutkan, kalau saja seluruh pesantren di Indonesia terdapat kurikulum mengenai bahaya ideologi komunis, maka tidak perlu khawatir lagi pada anak-anak yang dititipkan. Bahkan jika perlu ditunjukkan kepada santri-santri tentang perilaku kejam dari para pemeluk komunis di masa lalu seperti peristiwa Kanigoro, peristiwa Jengkol.
Kalau tidak disampaikan peristiwa-peristiwa tersebut ke anak dan cucu, maka mereka akan terus diinfiltrasi paham komunis ketika duduk di bangku perkuliahan. Karena di perguruan tinggi, terutama di Universitas Islam Negeri inilah yang justru banyak berkembang paham komunis.
![]() |
| Drs.Husni Sutikno Abdullah |
Sementara itu, Pengajian Politik Islam sebagai menanggulangi bahaya munculnya paham komunis di tengah-tengah masyarakat terutama di kalangan kaum muda yang terlaksana atas inisiatif takmir Masjid Al-Ma’ruf Kediri juga menghadirkan Ketua I DPP Gerakan Bela Negara, Drs.Husni Sutikno Abdullah sebagai narasumber.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq
