Penuhi Air Bersih Warga, Pipa Air Tiga Kilometer Lewati Laut

SENIN, 9 JANUARI 2017

MAUMERE — Untuk memenuhi kebutuhan air bersih 2.234  jiwa warga Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka yang berdiam di Pulau Parumaan, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka harus memasang pipa air melewati laut sejauh 3 kilometer. Dipasang dari pesisir pantai Pulau Kojagete menuju Pulau Parumaan.

Pipa air bersih yang berada di tepi dermaga Pulau Parumaan.

Demikian disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jaringan air bersih menuju Parumaan, Frans Matsen, kepada Cendana News saat mengecek hasil pengerjaan di Pulau Parumaan, Senin (9/1/2017).

Dikatakan Frans, pipa air dipasang dari mata air sepanjang 7 kilometer menggunakan pipa GIP  (Galvanized Iron Pipe) ukuran 2 inchi  sementara untuk melewati laut dipakai pipa PE (Polyethylene) sepanjang 3 kilometer.

“Kami juga membuat sebuah bak reservoar dengan daya tampung 20 kubik di Pulau Kojagete serta sebuah bron captering atau pemasok air bersih di sana,” terangnya.

Dalam membangun jaringan air bersih ini, beber Frans, pihaknya harus menyambung pipa di atas perahu motor terlebih dahulu baru ditenggelamkan ke dasar laut dengan kedalaman bervariasi. Untuk menahan pipa agar tidak bergeser, bebernya, setiap 20 meter dipasang balok beton berbentuk kubus yang berfungsi sebagai pemberat atau penahan pipa air agar tidak bergeser ketika berada di kedalaman hingga sekitar 25 meter. 

Baca juga berita: Mimpi Warga Pulau Parimaan Sikka Nikmati Air Bersih Tercapai

“Pekerjaan kami harus dilaksanakan dengan hati-hati agar pipa air tidak bisa bergeser saat diterpa ombak dan arus laut di mana dalam pengerjaan kami libatkan warga Parumaan yang merupakan nelayan berpengalaman,” ungkapnya.

Setelah pipa tiba di pesisir pantai Pulau Parumaan, jelas Frans, jaringan pipa ditarik melewati jalan di desa. Dari pipa PE air ditarik menggunakan pipa besi ke gang rumah warga dan dipasangi keran air.

“Sebanyak 45 sambungan rumah atau keran air kami pasang di desa ini agar setiap warga bisa mendapatkan air bersih yang cukup,” terangnya.

Dengan debit di mata air sebesar 1,5 liter per detik, Frans meyakini kebutuhan air untuk warga Pulau Parumaan bisa terpenuhi. Namun, tambahnya, perlu dibangun sebuah bak penampung di desa ini agar air bisa ditampung saat tidak digunakan pada malam hari.

“Bisa juga dibangun sebuah bak penampung di desa dengan debit sekitar 20 kubik agar saat malam hari dan tidak digunakan air bisa ditampung di bak,” pintanya.

Sekretaris Desa Parumaan, Muhdir, saat ditanya Cendana News mengaku, kebutuhan air bersih yang sudah terpasang mencukupi. Namun dirinya berjanji akan memperjuangkan pembangunan beberapa bak penampung menggunakan dana desa. Kalau ada bak penampung, sebutnya, air bisa ditampung dan siang hari bisa dialirkan lagi. Saat ini, dirinya harus mengatur pembagian pemakaian air di siang hari sebab bila semua keran dibuka maka warga yang berada di bagian belakang jaringan pipa airnya tidak mengalir.

“Sementara ini saya harus bagi jadwal bagi setiap sambungan rumah dalam membuka air agar semua warga bisa mendapatkan air,” ungkapnya.

Bukit di Pulau Kojagete tempat sumber mata air yang dialirkan ke Pulau Parumaan.

Meski demikian, Muhdir bersyukur dan berterima kasih sebab air bisa sampai ke desa mereka yang merupakan sebuah desa di gugusan kepulauan di Kabupaten Sikka yang tidak memiliki sumber mata air selain sumur air asin.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...