Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan di Manado Takut Melaut

SABTU, 7 JANUARI 2017

MANADO — Akibat cuaca buruk, ratusan nelayan di Manado, Sulawesi Utara, takut melaut, sehingga berdampak bagi pendapatan nelayan. Selama dua bulan terakhir, cuaca di Manado belum juga bersahabat, sehingga berdampak pada perairan Sulawesi yang sulit ditaklukan, terutama oleh para nelayan tradisional.
Sejumlah kapal nelayan di kawasan Pantai Mega Mas, Manado, Sabtu (7/1/2017).
Nelayan di Kelurahan Bahu, Frans, mengatakan, cuaca buruk yang melanda Manado menyebabkan gelombang tinggi, sehingga membahayakan para nelayan. Apalagi, bagi perahu kecil seperti Katinting dan Sampan yang biasa digunakan oleh nelayan tradisional. “Kalau mau turun melaut kita lihat cuaca dulu. Kalau masih gelombang tinggi mending tidak melaut daripada nanti tenggelam di laut,” ungkap Frans, Sabtu (7/1/2017).
Heldi, nelayan kapal sandar di kawasan Boulevard, Manado, juga berpendapat sama. Dia mengatakan, selama ini kalau turun melaut dan masih gelombang tinggi, para nelayan tidak berani mencari ikan hingga ke tengah laut. Kalaupun cuaca bersahabat beberapa jam, dimanfaatkan untuk mencari ikan, dan ketika hujan lebat disertai angin kencang nelayan segera merapat ke daratan lagi.
“Jika cuaca buruk biasanya kami terpaksa melaut hanya untuk mencari kebutuhan sehari-hari yang bisa dimakan oleh keluarga. Sedangkan untuk dijual di pasar dan ke pelelangan ikan kami ikut rombongan Pakejo atau kapal penangkap ikan besar, itupun kalau cuaca baik, tapi kalau cuaca buruk kami tidak lagi mencari ikan sampai menunggu cuaca bersahabat,” pungkas Heldi.

Jurnalis : Ishak Kusrant / Editor : Koko Triarko / Foto : Ishak Kusrant

Lihat juga...