![]() |
| Pantai Minang Ruah (PMR) yang ramai dikunjungi para wisatawan lokal terutama keluarga yang membawa anak anak |
Menurut penjaga pantai sekaligus pengelola wisata pantai Minang Ruah, Miang (36) kunjungan wisatawan ke pantai minang ruah terbilang tak seramai dengan pantai pantai lain yang dikelola oleh pihak swasta dan memiliki wahana wahana buatan yang menarik. Meski demikian situasi dan keunikan pantai Minang Ruah yang masih alami menyatu dengan perkampungan penduduk justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan terutama keluarga yang membawa serta anak anaknya.
![]() |
| Ayunan berbentuk Siger dengan latar belakang gugusan Gunung Krakatau di Selat Sunda dan beberapa pulau lain diantaranya Pulau Sebesi, Pulau Sebuku |
Perbedaan kondisi pantai saat cuaca sedang tak bersahabat ungkap Miang ditandai dengan kondisi perairan yang keruh dan ombak cenderung pasang sementara saat cuaca bersahabat dengan ombak yang tenang membuat sebagian besar pantai Minang Ruah dalam kondisi pasir putih dan air yang jernih. Sebagian bahkan mengunjungi pantai di sebelah pantai Minang Ruah diantaranya pantai Blebug dan Pantai Batu Alif yang juga banyak dijadikan destinasi wisata memancing dan petualangan bagi para wisatawan lokal.
![]() |
| Pembangunan penginapan tepi pantai milik Miang, pengelola wisata di Pantai Minang Ruah |
Kondisi pantai yang landai berpasir putih, dekat dengan kampung nelayan dengan tempat pendaratan ikan membuat sebagian wisatawan yang berasal dari tempat jauh memilih untuk menginap. Terhitung dengan beberapa kamar penginapan permanen yang dimiliki Miang di pantai Minang Ruah tercatat terdapat puluhan penginapan baik berkonsep hunian modern serta hunian tradisional sekelas penginapan sederhana (homestay) yang disediakan masyarakat. Selain itu wisatawan juga masih bisa menikmati keindahan alam sejak pagi hingg malam hari di pantai yang tak terlalu jauh dari Pelabuhan Bakauheni tersebut.
![]() |
| Pulau Mengkudu yang bisa dijangkau dengan perahu dari Pantai Minang Ruah Bakauheni |
Perbaikan perbaikan yang dilakukan masyarakat diantaranya dengan melakukan kesadaran menjaga kebersihan melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis). Selain itu penarikan tarif yang tidak terlalu mahal serta sikap ramah kepada para wisatawan di destinasi wisata pantai yang sebagian masyarakatnya bersuku Sunda, Lampung tersebut menjadi pilihan favorit mayarakat untuk berwisata.
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi


