Animo Kunjungi Pantai Minang Ruah Tak Surut Meski Cuaca Ekstrem

MINGGU, 8 JANUARI 2017

LAMPUNG — Pantai Minang Ruah (PMR) menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang ada di ujung Selatan Pulau Sumatera. Tepat berada di Kecamatan Bakauheni dengan jarak tempuh hanya sekitar 15 menit dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan pribadi membuat tempat ini menjadi pilihan saat liburan akhir pekan. 

Pantai Minang Ruah (PMR) yang ramai dikunjungi para wisatawan lokal terutama keluarga yang membawa anak anak

Menurut penjaga pantai sekaligus pengelola wisata pantai Minang Ruah, Miang (36) kunjungan wisatawan ke pantai minang ruah terbilang tak seramai dengan pantai pantai lain yang dikelola oleh pihak swasta dan memiliki wahana wahana buatan yang menarik. Meski demikian situasi dan keunikan pantai Minang Ruah yang masih alami menyatu dengan perkampungan penduduk justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan terutama keluarga yang membawa serta anak anaknya.

Miang yang juga sedang membangun penginapan permanen dua lantai lengkap dengan sarana akomodasi lain diantaranya warung makan, tempat parkir serta fasilitas yang memadai untuk wisatawan mengaku saat ini kunjungan wisatawan terbilang cukup menurun meski tetap banyak yang datang terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Ia mengakui kondisi atau faktor cuaca yang melanda perairan pantai dalam satu pekan terakhir ini berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan meskipun animo masyarakat untuk berlibur di pantai masih tinggi.
“Kondisi cuaca memang sedang tidak bagus dengan gelombang tinggi dan juga sampah sampah yang menepi di pantai namun sebagian besar wisatawan masih tetap suka ke pantai meski hanya bermain di tepi pantai bermain pasir, duduk di gubuk tanpa berenang bersama anak anaknya,”ungkap Miang salah satu pengelola tempat wisata Pantai Minang Ruah Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (8/1/2017).
Ayunan berbentuk Siger dengan latar belakang gugusan Gunung Krakatau di Selat Sunda dan beberapa pulau lain diantaranya Pulau Sebesi, Pulau Sebuku

Perbedaan kondisi pantai saat cuaca sedang tak bersahabat ungkap Miang ditandai dengan kondisi perairan yang keruh dan ombak cenderung pasang sementara saat cuaca bersahabat dengan ombak yang tenang membuat sebagian besar pantai Minang Ruah dalam kondisi pasir putih dan air yang jernih. Sebagian bahkan mengunjungi pantai di sebelah pantai Minang Ruah diantaranya pantai Blebug dan Pantai Batu Alif yang juga banyak dijadikan destinasi wisata memancing dan petualangan bagi para wisatawan lokal.

Miang mengakui animo masyarakat yang berkunjung terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan pada akhir pekan yang mencapai rata rata 200-300 orang perhari. Sementara saat libur panjang bahkan libur akhir tahun dan awal tahun jumlah kunjungan bisa mencapai 900-1000 orang dalam sehari. Sebagai sarana untuk memanjakan para wisatawan yang berkunjung fasilitas ban pelampung untuk berenang dengan menyewa sekitar Rp10ribu-Rp15ribu juga disiapkan oleh pengelola, selain itu perahu perahu jukung hias yang bisa dipergunakan untuk menyusuri pantai saat cuaca sedang baik juga disediakan.
Spot baru yang menurut Miang baru dibuat oleh pengelola wisata bekerjasama dengan pecinta alam di pantai Minang Ruah diantaranya ayunan dengan simbol Siger pada bagian atas. Spot tersebut menurut Miang cukup sederhana namun menjadi lokasi favorit bagi anak anak muda terutama saat menjelang matahari terbenam (Sunset) dengan latar belakang (background) gugusan kepulauan Krakatau yang jelas terlihat diantaranya pada bagian paling kiri Pulau Rakata Besar, Pulau Krakatau (Gunung anak Krakatau), Pulau Sertung, Pulau Panjang dan Pulau Sebesi hingga Pulau Sebuku.
“Ayunan sederhana yang memang fungsional tapi juga sekaligus spot untuk foto saat sore hari ini memang sedang diminati, dalam waktu dekat juga akan dibuat kreasi tulisan PMR sebagai simbol Pantai Minang Ruah ini,”ungkap Miang.
Pembangunan penginapan tepi pantai milik Miang, pengelola wisata di Pantai Minang Ruah

Kondisi pantai yang landai berpasir putih, dekat dengan kampung nelayan dengan tempat pendaratan ikan membuat sebagian wisatawan yang berasal dari tempat jauh memilih untuk menginap. Terhitung dengan beberapa kamar penginapan permanen yang dimiliki Miang di pantai Minang Ruah tercatat terdapat puluhan penginapan baik berkonsep hunian modern serta hunian tradisional sekelas penginapan sederhana (homestay) yang disediakan masyarakat. Selain itu wisatawan juga masih bisa menikmati keindahan alam sejak pagi hingg malam hari di pantai yang tak terlalu jauh dari Pelabuhan Bakauheni tersebut.

Spot spot selain Pantai Minang Ruah yang juga bisa dikunjungi wisatawan ungkap Miang terutama yang menginap masih bisa melihat air terjun (curug) bertingkat yang berjarak 500 meter dari bibir pantai. Sebagian wisawatan bahkan bisa menikmati sensasi memancing di pinggir tebing dengan tekhnik popping dan juga bisa mengunjungi Pulau Mengkudu menggunakan perahu. Saat hasil tangkapan nelayan cukup banyak wisatawan bahkan bisa membeli ikan dan menikmati ikan yang ada dengan cara dibakar di tepi pantai dalam kondisi ikan masih segar.
“Awal tahun memang kondisi cuaca masih kurang bagus tapi tetap saja banyak wisatawan yang berkunjung di sini dan kami juga pengelola terus memperbaiki sarana dan prasarana yang ada,”ungkap Miang.
Pulau Mengkudu yang bisa dijangkau dengan perahu dari Pantai Minang Ruah Bakauheni

Perbaikan perbaikan yang dilakukan masyarakat diantaranya dengan melakukan kesadaran menjaga kebersihan melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis). Selain itu penarikan tarif yang tidak terlalu mahal serta sikap ramah kepada para wisatawan di destinasi wisata pantai yang sebagian masyarakatnya bersuku Sunda, Lampung tersebut menjadi pilihan favorit mayarakat untuk berwisata.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...