JUMAT, 27 JANUARI 2017
MAUMERE — Angin kencang menyebabkan gelombang besar sehingga menyebabkan sebagian wilayah yang berada di pesisir utara Kabupaten Sikka dan beberapa wilayah di pesisir pantai selatan mengalami kerusakan akibat abrasi.
![]() |
| Beberapa tembok rumah warga di sepanjang Pantai Lokaria yang runtuh diterjang gelombang. |
Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakir, saat ditemui Cendana News, Jumat (27/1/2017) siang.
Dikatakan Daeng Bakir, abrasi memang terjadi di hampir sebagian pantai utara dan sejak hari Jumat (27/1/2017) pagi, 3 tim BPBD Sikka yang melakukan pemantauan di sepanjang garis pantai utara, baik ke arah timur maupun ke arah barat Kota Maumere, di sejumlah tempat mengalami kerusakan parah.
“Di beberapa lokasi mengalami kerusakan parah, seperti tembok jalan di Dermaga Fery Geliting yang runtuh serta sebuah rumah di sampingnya pun terancam rubuh,” ujarnya.
Dari Lokaria sampai setelah Pelabuhan Fery di Krokowolon, lanjut Daeng Bakir, rumah-rumah di sepanjang pantai juga mengalami ancaman abrasi sehingga masyarakat juga perlu waspadai.
“Di Lokaria sejak semalam banyak pohon kelapa dan waru yang tumbang dan beberapa tembok rumah warga pun runtuh,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sikka ini menambahkan, hanya satu wilayah saja di dekat gereja Bolawolon yang relatif aman, sebab sejak beberapa tahun lalu BPBD Sikka sudah membendungnya dengan menimbun bebatuan besar.
![]() |
| Akar pepohonan yang tercerai-berai akibat abrasi. |
Selain itu di sebelah barat Kota Maumere, bebernya, sejak dari Waturia hingga Kajuwulu beberapa ruas Jalan Trans Utara Flores sudah mulai terkikis abrasi dan berlubang. Sebuah tembok di dekat kompleks masjid Nangahure sudah runtuh direjang gelombang.
“Beberapa rumah yang berada di sepanjang garis pantai dan persis di dekat bibir pantai, pemiliknya perlu waspada sebab tinggi gelombang kemungkinan akan meningkat,” paparnya.
Selain itu, sambung Daeng Bakir, di wilayah pantai selatan, turap pengaman jalan di Desa Kolidetung Kecamatan Lela juga runtuh dan kepala desa sudah datang langsung ke kantor BPBD Sikka melaporkan kondisi gelombang di pantai selatan.
BPBD Sikka, terangnya, sudah membagi tim dan besok Sabtu (29/1/2017) akan kembali terjun memantau di sepanjang pantai utara hingga ke perbatasan Kabupaten Ende. Serta di sepanjang pantai selatan agar bisa diidentifikasi jenis kerusakan dan kerugiannya guna dilaporkan ke bupati untuk ditangani lebih lanjut.
“Sampai sejauh ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan sebab masyarakat juga selalu berjaga-jaga bukan hanya siang namun saat malam hari,’ tuturnya.
Data yang diterima dari BMKG, sebut Daeng Bakir, gelombang besar masih terjadi sehingga nelayan diimbau untuk berhati-hati saat melaut. Warga yang di pesisir juga untuk sementara waktu bisa mengantisipasinya dengan menimbun batu dan pasir di bibir pantai sambil menunggu bantuan pemerintah. Pohon-pohon yang berada di pekarangan rumah juga perlu dipangkas dan warga juga jangan membuang sampah di saluran air. Selalu membersihkan drainase sehingga air hujan bisa lancar mengalir.
![]() |
| Beberapa pohon kelapa di pesisir pantai utara yang tumbang akibat tergerus abrasi. |
“Jangan semuanya hanya dibebankan pemerintah, sedangkan drainase yang ada di depan rumah tidak mau dibersihkan dan saat banjir malah menyalahkan pemerintah,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

