Mahasiswa UB Pecahkan Rekor MURI Mewarnai 1.000 Wayang Krucil

SABTU, 17 DESEMBER 2016

MALANG — Sebanyak 1.000 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), mengikuti acara pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mewarnai 1.000 Wayang Krucil. Acara pemecahan rekor  yang digelar dalam rangka Dies Natalis Ke-54 UB tersebut dihelat di Gedung Olah Raga (GOR) Pertamina, Sabtu (17/12/2016).
Wayang Krucil.
“Salah satu kenapa kami mengangkat wayang Krucil untuk memecahkan rekor Muri karena pada tanggal 15 September 2016 yang lalu, Wayang Krucil ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya,” jelas koordinator acara, Ika Adita Silfiandari.
Menurutnya, keberadaan Wayang Krucil di Malang sendiri saat ini bisa terbilang mulai langka. Pagelarannya pun sekarang hanya bisa disaksikan di Desa Gondangwangi. “Karena itu, kami dari UB merasa, bahwa dengan adanya acara pemecahan rekor semacam ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan Wayang Krucil sebagai peninggalan budaya kepada generasi muda, sehingga mereka bisa turut ikut melestarikannya,” tuturnya.
Suasana pemecahan Rekor MURI mewarnai Wayang Krucil di UB.
Ia juga menyampaikan, Wayang Krucil yang digunakan dalam pemecahan rekor Muri tersebut menggunakan replika Wayang Krucil yang terbuat dari karton tebal yang dibuat oleh para seniman yang ada di Desa Gondangwangi, dan melibatkan kaum muda Karang Taruna desa setempat.
Sementara itu, Rektor UB, Mohammad Bisri, mengaku bangga karena selama dua tahun berturut-turut UB mampu memecahkan rekor Muri. “Tahun lalu, kita berhasil memecahkan rekor MURI dengan sajian Wedang Secang Andong terbanyak, dan pada tahun ini UB juga telah berhasil memecahkan rekor MURI dengan mewarnai 1.000 Wayang Krucil,” ungkapnya, sembari menambahkan, tahun depan UB juga akan kembali memecahkan rekor MURI dengan membuat 1.000 lubang biopori.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : Koko Triarko / Foto : Agus Nurchaliq

Lihat juga...