Kemapuan Bahasa dan Keterampilan Minim Kendala Sebagian TKI NTB Bekerja di Sektor Formal

JUMAT 9 DESEMBER 2016

MATARAM—Salah satu menjadi kendala sebagian besar Tenaga Kerja Indonesia (TKI), terutama dari Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak banyak bisa bekerja di sektor formal di negara penempatan adalah masih lemahnya kemampuan bahasa dan minim keterampilan.
Para pencari pekerja nampak memadati stand sejumlah prusaahaan mengisi formulir lamaran pekerjaan di acara job fair yang diselenggarakan Disnakertrans NTB beberapa waktu lalu di Mataram Mall.
“Harus diakui masalah kemampuan bahasa dan minimnya keterampilan dari calon tenaga kerja kita miliki menjadi salah satu kendala bisa bekerja di sektor formal” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Wildan di Mataram, Jum’at (9/12/2016).
Ia mengatakan, akan sulit bisa diterima kala hanya mengandalkan ijazah, tanpa disertai skill, terutama kemampuan Bahasa Inggris, sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.
Terlebih seperti sekarang yang telah memasuki pasar masyarakat ekonomi asean (MEA) dimana semua masyarakat dari seluruh penjuru dunia bisa bebas bekerja di negara manapun dan itu menjadi tantangan.
“Pesaingan di era MEA, kalau tidak dibarengi  kemampuan bahasa dan keterampilan, tentu akan mengalami ketertinggalan.”
Ditambahkan, sejumlah negara seperti Jepang, Korea, Singapura pun telah mengajukan permintaan tenaga terampil dari NTB untuk dipekerjakan di sektor formal seperti perawat, elektronik dan mekanik
Untuk itu, ia meminta kepada mayarakat untuk, khususnya lulusan perguruan tinggi maupun SMK yang berminat bekerja ke luar negeri bekerja di sektor formal, supaya dari sekarang bisa mempersiapkan diri dengan kemampuan bahasa dan keterampilan, supaya pada saatnya nanti bisa menjadi tenaga siap kerja.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Lihat juga...