Kapasitas Terbatas, Umat Katolik Lampung Selatan Merayakan Malam Natal di Luar Gereja

SABTU, 24 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Umat Kristiani di wilayah Gerejawi stasi Pasuruan Unit Pastoral Bakauheni, terpaksa merayakan malam Natal Kelahiran Yesus Kristus di luar Gereja Santo Petrus dan Paulus, karena kapasitas gereja yang tak mampu menampung jumlah umat yang membludak pada perayaan Ekaristi Malam Natal, Sabtu, (24/12/2016).
Jemaat  mengikuti Ekaristi Malam Natal di luar Gereja.

Menurut panitia perayaan Natal 2016 sekaligus Ketua Stasi Santo Petrus dan Paulus Pasuruan, Maximilianus Erik Klimin, mengungkapkan, membludaknya umat yang merayakan perayaan Ekaristi Malam Natal, karena seluruh umat Katolik dari lima kecamatan di Lampung Selatan merayakan perayaan Malam Natal terpusat. Umat Katolik yang merayakan Natal di Gereja Santo Petrus dan Paulus, di antaranya dari Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Palas, Kecamatan Ketapang, Kecamatan Kalianda dan Kecamatan Penengahan.

“Setiap tahun perayaan Malam Natal dilakukan secara bergantian dari stasi satu ke stasi lainnya, karena umat Katolik di sini belum memiliki gereja berukuran besar, meski jumlah umat cukup banyak, sementara gereja baru belum selesai dibangun,” jelas Maximilianus Erik Klimin, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu petang (24/12/2016), petang ini, sembari menambahkan, jika situasi tersebut telah diantisipasi sebelumnya dengan memasang tenda-tenda tambahan di sekitar areal gereja dan menambah ratusan kursi plastik.
Umat Katolik di dalam Gereja Santo Petrus.

Ratusan umat Katolik dari berbagai stasi (wilayah gerejawi) unit Pastoral Bakauheni Keuskupan Tanjungkarang, telah berdatangan ke gereja Santo Petrus dan Paulus Pasuruan sejak pukul 19:00 WIB, meski Misa Malam Natal dilangsungkan pada pukul 20:00 WIB. Selain perayaan Misa Malam Natal, di setiap gereja stasi masih akan dilakukan ibadah hari Natal yang akan dilangsungkan di setiap gereja stasi pada Minggu, (25/12/2016), sekitar sekitar pukul 08:00 WIB.

Perayaan Malam Natal yang dihadiri ratusan umat Katolik dari berbagai wilayah pada malam hari tersebut dipimpin oleh Pastor Bernardinus Ucok Silaban, Pr., yang bertindak sebagai selebran utama dan prosesi perayaan Malam Natal juga diikuti oleh para misdinar, lektor (pembaca Alkitab), pemazmur dan juga peran Maria dan Yosef, orangtua Yesus Kristus yang terlihat menggendong bayi Yesus.
Kekhusukan malam Natal umat Katolik di Unit Pastoral Bakauheni juga terlihat dipenuhi dengan ornamen Goa Natal, Pohon Terang yang dibuat oleh Orang Muda Katolik (OMK) dengan menggunakan bahan-bahan bekas berupa kertas semen dan botol bekas air mineral. Khusus untuk anak-anak dan kaum ibu yang membawa anak-anak, disiapkan lokasi khusus untuk perayaan Malam Natal dengan menggunakan karpet dan tikar.
Selain mendapat pengamanan dari Panitia Natal yang dibentuk oleh OMK, perayaan Misa Malam Natal di Unit Pastoral Bakauheni juga dijaga ketat oleh anggota kepolisian dari Sektor Penengahan dan Polres Lampung Selatan, dengan menyiagakan 4 personel polisi lengkap dengan mobil patroli yang berjaga di luar gereja. Pihak keamanan yang juga dibantu personel dari Koramil dan Kodim 0421/LS, sebelumnya juga telah melakukan sterilisasi di bagian-bagian dalam gereja sebagai antisipasi hal-hal tak diinginkan.
Sementara itu, terbatasnya lahan parkir yang tak tertampung di lingkungan gereja membuat seluruh kendaraan diparkir di sekitar perumahan warga. Bahkan, sebagian diparkir di depan masjid yang tepat berhadapan dengan Gereja Santo Petrus dan Paulus. Selain dijaga oleh anggota OMK, sebagian anggota Remaja Islam Masjid (RISMA) dan sebagian umat muslim di sekitar lingkungan gereja ikut membantu menjaga parkir kendaraan, baik mobil maupun kendaraan roda dua.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...