SELASA 27 DESEMBER 2016
![]() |
| Bagian muka Museum PETA Bogor: bersih dan apik. |
Kedua patung itu yang pertama patung Shodanco Supriyadi yang seolah siap memberi perintah untuk menyerang musuh. Supriyadi adalah pahlawan Pemberontakan PETA di Blitar. Dan yang satu lagi patung Jenderal Besar Soedirman yang siap untuk melawan pengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sepintas terlihat seperti pusat komando tentara pada zamannya, namun ternyata bangunan itu adalah museum Pembela Tanah Air (PETA) yang kini dikelola oleh Angkatan Darat.
![]() |
| Koleksi senjata yang pernah digunakan masa Perang Kemerdekaan. |
Terdapat empat belas koleksi diorama, dan yang paling unik museum ini mengoleksi Diorama yang ada di museum ini adalah diorama mengenai sejarah pembentukan Pembela Tanah Air (1943) dari awal hingga akhir. Misalnya saja diorama tentang kegiatan latihan di Pusat Pendidikan Perwira Pembela Tanah Air Bogor (1943), pembentukan batalyon-batalyon PETA di daerah Jawa, Madura dan Bali (1944), Pemberontakan PETA di Blitar (14 Februari 1945), Tipu muslihat Katagiri Butaicho (Jepang) terhadap Syodancho Muradi (15 Februari 1945), Peristiwa 16 Agustus 1945 di kompi Pembela Tanah Air (PETA) Rengasdengklok.


