MINGGU, 18 DESEMBER 2017
JAKARTA — Wakil Kepala Staf (Wakasau) TNI AU, Marsekal Madya (Marsdya) TNI AU, Hadiyan Sumintaatmadja, mengatakan, Pesawat Hercules C-130 HS A-1334 yang jatuh di Gunung Lusiwa, Jayawijaya, Papua, masih laik terbang. Bahkan, sebelum melakukan penerbangan, pesawat tersebut telah menjalani pemeriksaan rutin (maintanance), baik skala ringan, sedang maupun berat.
![]() |
| Wakil Kepala Staf TNI AU, Marsekal Madya (Marsdya) TNI AU, Hadiyan Sumintaatmadja |
Wakasau Marsdya Hadiyan, dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Minggu (18/12/2016), menyatakan, Pesawat C-130 Hercules HS A-1334 yang jatuh di Gunung Lusiwa, Jayawijaya, Wamena, Papua, masih laik terbang. Bahkan, pesawat naas tersebut juga masih memiliki sisa 69 jam terbang sebelum dilakukan perawatan (maintenance) berikutnya.
Sebelum melakukan penerbangan yang kemudian berakhir naas, jelasnya, pesawat Hercules C-130 HS A-1334 itu juga telah menjalani perawatan rutin untuk setiap 50 jam sekali, baik itu perawatan skala ringan, sedang, maupun berat. Ibaratnya, pesawat tersebut bisa dikatakan baru menjalani sedikitnya 69 jam terbang lagi, sebelum dilakukan maintenance untuk 100 jam terbang berikutnya.
Karenanya, Wakasau Marsdya Hadiyan mengatakan, dugaan awal penyebab insiden jatuhnya pesawat tersebut kemungkinan salah-satunya karena faktor cuaca buruk. Namun demikian, untuk lebih jelasnya, Wakasau meminta masyarakat agar bersabar dan menunggu proses ivestigasi yang dilakukan oleh Mabes TNI AU.
“Mabes TNI AU beberapa jam yang lalu sudah memberangkatkan satu tim investigasi untuk memastikan penyebab jatuhnya pesawat Hercules C 130 HS A-1334,” tegansya.
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Koko Triarko / Foto : Eko Sulestyono