MINGGU, 18 DESEMBER 2016
SUMENEP — Tingginya gelombang serta angin kencang yang melanda di perairan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam dua minggu terakhir ini membuat nelayan tak bisa melaut. Mereka terpaksa menganggur, dan kini kebingungan lantaran tak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarganya.
![]() |
| Cuaca buruk di perairan Sumenep. |
Kondisi cuaca yang tak kunjung bersahabat membuat para nelayan enggan melaut. Mereka tidak ingin mengambil resiko besar yang dapat membahayakan keselamatan dirinya. Sementara itu, para nelayan juga kesulitan mencari pekerjaan lain, sehingga kini semakin dicekam keresahan akibat tak bisa memenuhi kebutuhan.
“Selama tidak melaut, kami para nelayan lebih banyak menganggur di rumah. Untuk bekerja lain sangat kesulitan. Jadi, ini sudah mulai kebingungan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” kata Hosman (30), salah seorang nelayan di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, saat ditemui Minggu (18/12/2016).
Menurutnya, jika kondisi cuaca buruk tak kunjung membaik dalam waktu dekat, para nelayan harus menggadaikan serta menjual barang-barang berharga yang dimiliki. Pasalnya, hanya dengan melaut itulah salah-satu urat nadi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga para nelayan, sehingga ketika aktivitas nelayan lumpuh total, mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan lain dengan terbatasnya keterampilan yang dimiliki.
“Ya, tidak ada jalan lain. Jika kondisi cuaca tak kunjung membaik, kami hanya menganggur di rumah. Untuk bertani kami tidak memiliki lahan. Makanya, kalau cuaca buruk nelayan banyak yang kebingungan,” jelasnya.
Situasi sulit tersebut memang sudah biasa dialami oleh para nelayan. Tak jarang mereka pun terpaksa harus menumpuk hutang kepada tetangga, demi memenuhi kebutuhan. Selama ini, mereka memang hanya bisa pasrah menikmati hidup seadanya, tanpa memiliki penghasilan yang memadai.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Koko Triarko / Foto : M.Fahrul