SENIN, 5 DESEMBER 2016
MEMPAWAH—Banjir terjadi di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Akibat banjir ini terdampak pada sejumlah wilayah di kabupaten tersebut.
Kasubdit Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto menjelaskan, di Kecamatan Mempawah Timur ada 6 kelurahan/desa terendam banjir.
![]() |
| Banjir di Kabupaten Mempawah merendam pemukiman penduduk. |
“Kelurahan Pasir Wan Salim, Desa Antibar, Desa Sungai Bakau Kecil, Desa Parit Banjar, Desa Panjang, dan Desa Palembang. Jumlah 4.180 KK dan 17.009 jiwa,” kata Didik Sudarmanto, Senin (5/12/2016).
Dijelaskan, musibah banjir ini sudah terjadi sejak Rabu, 30 November 2016, sekitar pukul 01.45 WIB hingga siang tadi. Hujan dengan intensitas tinggi durasi dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB atau 12 jam.
Dikatakan, di Kecamatan Sungai Pinyuh ada 8 kelurahan/desa juga terendam banjir. Ia menyebut sejumlah wilayah terendam banjir itu. Di Kelurahan Pinyuh, Desa Sungai Batang, Desa Sungai Bakau Besar Darat, Desa Sungai Bakau Besar Laut, Desa Sungai Rasau, Desa Nusapati, Desa Peniraman, dan Desa Sungai Purun.
“Jumlah 1.375 KK dan 5.500 jiwa,” ucapnya.
Banjir yang melanda ini sejak Kamis, 1 Desember 2016, pukul 04.00 WIB di Kecamatan Sungai Kunyit ada 3 desa, yakni Desa Sungai Kunyit I, Desa Sungai Kunyit II, Desa Bukit Batu.
“Jumlah 368 KK dan 1.182 jiwa,” ujarya.
Pada Jumat, 2 Desember 2016 pukul 05.00 WIB, ia melanjutkan, di Kecamatan Sadaniang yang terdiri dari 1 desa (Desa Bumbun, Dusun Bawing ) banjir juga melanda daerah tersebut.
“Jumlah 21 KK dan 84 jiwa. Pada umumnya kejadian bencana diakibatkan rob dan curah hujan tinggi dengan durasi yang lama,” ucapnya.
Ia mengaku heran, karena kejadian bencana banjir pada kali ini tidak pernah pada lokasi tersebut.
“Justru di lokasi Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kecamatan Sadaniang dan Kecamatan Toho yang langganan banjir setiap tahun ternyata dalam kondisi aman dan terkendali,” tuturnya.
Bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, sarden, minyak goreng, gula, kopi, kain sarung, kain panjang, daster, baju kaos dewasa, dan baju anak-anak.
”Saat ini kondisi air sebagian udah mulai surut karena berkurangnya curah hujan namun masih menggenangi halaman. Terutama di Kecamatan Sungai Kunyit dan sebagian desa di Kecamatan Mempawah timur,” ujarnya.
Akibat banjir ini, ada sejumlah sekolah terpaksa diliburkan. Namun demikian, dirinya tidak menyebut berapa total sekolah SD hingga SMA di sana diliburkan.
“Ada sebagian yang diliburkan,” ucapnya.
“Rata-rata SD ada juga Ponnpes Almuklisin Desa Antibar diliburkan. SD di Desa Antibar, SD di Desa Parit Banjar Desa Sungai Duri 1 dan 2, Desa Sungai Bakau Besar Darat, juga diliburkan,” ujarnya.
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor: Satmoko / Foto: BPBD Kabupaten Mempawah