| Pertemuan Basarnas Lampung dengan sejumlah wartawan untuk bersinergi. |
Sumpeno Yuwono mengungkapkan, belum bisa menggandeng seluruh awak media yang ada di Lampung. Karena itu untuk melakukan koordinasi tersebut, akan dibentuk forum wartawan SAR Lampung yang menjadi sarana komunikasi antara SAR dan wartawan yang selanjutnya juga dapat memberikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, hubungan yang harmonis tetap diperlukan untuk mengemban tugas bersama dalam upaya mengabarkan peristiwa penting yang terjadi di masyarakat. Terutama saat ini, memasuki masa musim penghujan dan cuaca ekstrem.
| Aktivitas Basarnas di perairan Bakauheni dengan perahu karet. |
Ia mengakui, saat ini, beberapa wilayah yang berpotensi bencana ada di beberapa wilayah provinsi Lampung dan beberapa wilayah yang berada jauh di dalam jangkauan Basarnas. Diharapkan, ke depan, sejumlah media juga memiliki wartawan yang ada di setiap kabupaten dan bisa menjadi sumber informasi akurat dan cepat di tempat yang merupakan kejadian bencana atau perlu mendapat pertolongan segera. Informasi dan kerjasama antara dua profesi tersebut sangat diperlukan sehingga Basarnas menganggap penting perlunya forum wartawan SAR ini.
| Suasana kegiatan SAR Lampung. |
Terkait pembentukan forum wartawan SAR, Kepala Biro Umum Basarnas Pusat, I Ketut Parwe mengungkapkan, sangat mendukung rencana tersebut dan akan menjadi contoh bagi seluruh Basarnas yang ada di seluruh Indonesia. Menurutnya, ide membentuk forum wartawan SAR sangat bagus, karena akan sangat membantu kedua belah pihak.
Berdasarkan data Cendana News, peran Basarnas Lampung sangat penting dalam berbagai kegiatan dan iven besar, di antaranya dalam arus mudik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni Lampung dan aktivitas liburan di sejumlah tempat wisata. Setiap angkutan mudik dan Lebaran bahkan Basarnas menyiagakan sebanyak 47 personil di sejumlah titik rawan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap kabupaten, taruna siaga bencana (Tagana) serta tim dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Basarnas juga selalu siaga, baik dalam kegiatan arus liburan maupun hari biasa dengan menyiapkan alat komunikasi selama 24 jam. Bahkan Basarnas telah menyiapkan tim khusus yang siap siaga selama 24 jam dengan adanya Basarnas emergency call dengan nomor 115 yang akan segera direspon dengan cepat oleh petugas. Selain kesiapsiagaan dalam iven khusus tersebut, Basarnas juga berkoordinasi dengan sejumlah tempat wisata pantai yang memiliki potensi kebencanaan. Khususnya wilayah yang sering dikunjungi wisatawan.
| Salah satu aktivitas Basarnas. |
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi